Site icon BantenDaily

Semarak Maulid Nabi di Lebak Lame, Kukerta 30 UIN SMH Banten Turut Berpartisipasi

Semarak Maulid Nabi di Kampung Lebak Lame diwarnai gotong royong warga dan keterlibatan Kukerta 30 UIN SMH Banten.

Mahasiswa Kukerta 30 UIN SMH Banten berfoto bersama panitia Maulid Nabi Kampung Lebak Lame usai terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. (Foto: Dok. Pribadi)

LEBAK | BD — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Lebak Lame, Desa Malingping Selatan, berlangsung semarak dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai persiapan. Tahun ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten turut hadir dan mengambil bagian dalam membantu masyarakat selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Bagi masyarakat Kampung Lebak Lame, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi tradisi tahunan yang mempertemukan warga dalam suasana keagamaan, silaturahmi, dan gotong royong.

Kemeriahan kegiatan terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan masyarakat. Mulai dari pengumpulan iuran, penyediaan hidangan, pembuatan parsel, hingga penyiapan ribuan paket makanan ringan untuk para tamu yang hadir.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini diketuai oleh Hadari. Menurutnya, masyarakat berpartisipasi dalam pembiayaan kegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Besaran iuran tidak disamaratakan bagi seluruh warga.

“Untuk iuran itu ada kelasnya, sesuai kemampuan. Ada yang Rp2 juta, Rp1 juta, Rp500 ribu, bahkan ada yang Rp200 ribu. Jadi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujar Hadari.

Semangat gotong royong juga terlihat dari kontribusi warga dalam menyediakan parsel. Setiap rumah memberikan jumlah parsel yang berbeda sesuai kemampuan, mulai dari sekitar 15 hingga 20 parsel. Bahkan, terdapat warga yang memberikan hingga 50 parsel.

Selain parsel, masyarakat juga menyiapkan sekitar 3.500 paket snack untuk dibagikan kepada para tamu. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya persiapan yang dilakukan warga untuk menyambut pelaksanaan Maulid Nabi di Kampung Lebak Lame.

Dalam peringatan tahun ini, masyarakat turut menghadirkan KH Asep Dimyati dari Garung, Rangkasbitung, serta Kiai Salman Amrillah, qori internasional asal Bandung, Jawa Barat. Kehadiran kedua tokoh tersebut turut menambah semarak sekaligus kekhidmatan rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Di tengah berbagai persiapan tersebut, mahasiswa Kukerta Kelompok 30 UIN SMH Banten turut mengambil bagian sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka bukan sebagai penyelenggara utama, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang ikut membantu berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung.

Mahasiswa Kukerta 30 terlibat dalam proses membungkus dan menyiapkan sekitar 3.500 paket snack. Selain itu, mereka juga membantu membuat ID card, menyiapkan stand photobooth, serta mengerjakan berbagai kebutuhan lain berdasarkan arahan masyarakat di lapangan.

Keterlibatan mahasiswa juga terlihat dalam bidang Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD). Sejumlah mahasiswa bertugas mengabadikan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan Maulid Nabi.

Hasil dokumentasi tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk video rangkuman kegiatan atau after movie. Video tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi sekaligus kenang-kenangan bagi mahasiswa dan masyarakat Kampung Lebak Lame atas pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini.

Bagi mahasiswa Kukerta 30, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbaur secara langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami nilai kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat pun tidak selalu diwujudkan melalui program kerja formal. Kehadiran mahasiswa untuk membantu persiapan, terlibat dalam pelaksanaan, serta mendokumentasikan kegiatan menjadi bagian dari proses pengabdian yang dijalankan Kukerta Kelompok 30.

Semarak Maulid Nabi di Kampung Lebak Lame menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Ribuan paket snack, kontribusi warga yang disesuaikan dengan kemampuan, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai persiapan memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam kegiatan tersebut.

Melalui keterlibatan Kukerta Kelompok 30, mahasiswa turut menjadi bagian dari kebersamaan tersebut. Dari membantu menyiapkan ribuan paket snack, membuat ID card dan photobooth, hingga mendokumentasikan rangkaian kegiatan, mahasiswa belajar bahwa pengabdian dapat dimulai dari hal-hal sederhana: hadir, membantu, dan tumbuh bersama masyarakat. (Ril)

Exit mobile version