Site icon BantenDaily

SPPG Polri di Cilegon Layani Puluhan Ribu Siswa dan Santri

Polda Banten menyiapkan 76 SPPG untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, menargetkan ratusan sekolah dan ribuan siswa.

Pejabat dan tamu undangan sedang mengikuti rangkaian acara peresmian dan pemberian penghargaan, simbol dukungan dan komitmen terhadap program Makan Bergizi Gratis dari Polda Banten. (Foto: Ist)

CILEGON | BD — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Cilegon kini melayani puluhan ribu siswa dan santri melalui program Makan Bergizi Gratis. Layanan ini menjadi bagian dari peresmian, peluncuran operasional, dan peletakan batu pertama (ground breaking) SPPG Polri yang digelar serentak dan dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat, Jumat (13/02/2026).

Untuk wilayah hukum Polda Banten, kegiatan dipusatkan di SPPG Tatag Trawang Tungga Polres Cilegon.

Dalam sambutannya, Wakapolda Banten Hendra Wirawan menegaskan bahwa SPPG menyediakan makanan bergizi gratis bagi penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK/PAUD, SD, SMP, SMA/sederajat hingga pondok pesantren. Menurutnya, kehadiran SPPG merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Ia memaparkan, dari target awal 18 unit, saat ini telah disiapkan 76 titik lokasi SPPG di wilayah Polda Banten, dengan rincian 12 unit sudah operasional, 11 unit tahap persiapan operasional, dan 53 unit masih dalam pembangunan.

“Sebanyak 12 unit SPPG diresmikan dan mulai beroperasi hari ini, sementara 15 unit lainnya melaksanakan ground breaking. Ini hasil sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, Yayasan Kemala Bhayangkari, dan para mitra. Pembangunan SPPG bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi mendatang,” ujarnya.

Saat ini, SPPG di bawah Polda Banten telah melayani 160 sekolah dengan total 34.381 penerima manfaat, terdiri atas 30.014 siswa, 959 santri, dan 3.408 golongan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Rinciannya mencakup 56 TK, 64 SD, 25 SMP/sederajat, 13 SMA/sederajat, dan 2 pondok pesantren.

Ke depan, jika seluruh unit telah beroperasi, layanan ditargetkan menjangkau 690 sekolah dengan total 228.313 penerima manfaat, terdiri dari 195.600 siswa, 8.805 santri, dan 23.908 golongan B3.

Di akhir kegiatan, Wakapolda menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengawas dan para kasatwil atas percepatan pembangunan SPPG. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan generasi yang sehat dan sejahtera.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan relawan, dilanjutkan pengguntingan pita serta peninjauan langsung fasilitas SPPG. (*)

Exit mobile version