TANGERANG | BD — Sudah dua pekan berlalu sejak jembatan kayu di Sungai Cileles, yang menghubungkan Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, dengan Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, putus total akibat diterjang arus deras. Namun hingga Senin (30/3/2026), jembatan tersebut belum juga mendapat penanganan dari pihak terkait.
Jembatan itu rusak parah setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya pada Jumat (13/3/2026). Sejak kejadian tersebut, warga mengaku belum melihat adanya upaya perbaikan maupun perhatian dari instansi berwenang.
“Kerusakan kali ini paling parah. Biasanya kalau rusak, kami melakukan perbaikan secara swadaya. Dalam setahun, bisa dua sampai tiga kali mengalami kerusakan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada BantenDaily.
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi para petambak, petani, dan pekerja untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Akibat putusnya jembatan, warga kini harus memutar lebih jauh.
“Sekarang harus memutar sejauh satu kilometer, padahal kalau ada jembatan hanya sekitar 20 meter,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan agar akses kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Kami atas nama warga memohon perhatian dari pihak terkait, seperti anggota dewan dan Bupati Tangerang untuk segera memperbaiki jembatan ini, agar kami bisa kembali nyaman beraktivitas,” harapnya. (Solek/Red)
