Tanamkan Sikap Saling Menghargai, Mahasiswa KKM UNTIRTA Edukasi Bahaya Bullying pada Siswa SD di Bojonegara

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Feb 2026 12:11 24 Nazwa

CILEGON | BD — Upaya menanamkan sikap saling menghargai sejak dini dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melalui kegiatan edukasi bahaya bullying kepada siswa sekolah dasar di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh KKM Kelompok 68 di dua sekolah, yakni SDN Sempu dan SDN Mangkunegara beberapa waktu yang lalu. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Penyuluhan yang menyasar siswa kelas IV hingga VI ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Lebih dari 100 siswa dari kedua sekolah mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Para peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, mulai dari verbal, fisik, hingga cyber bullying.

Antusiasme siswa terlihat saat sesi diskusi interaktif, di mana mereka diajak mengenali dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan prestasi belajar. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana disertai contoh keseharian agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Materi penyuluhan disusun oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan yang tergabung dalam KKM 68 UNTIRTA. Kolaborasi tersebut bertujuan agar penyampaian materi tidak hanya tepat secara teori, tetapi juga komunikatif dan menarik bagi siswa.

Salah satu pemateri, Nayla, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk berperan langsung dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman termasuk tindakan bullying yang berdampak besar. Harapannya, mereka dapat saling menghargai dan berani melapor jika melihat atau mengalami perundungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.

Perwakilan mahasiswa lainnya, Nursaidah, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan keberanian dan empati pada diri siswa.

“Kami ingin siswa berani berkata tidak pada bullying, berani membela teman, serta tidak takut untuk bercerita kepada guru atau orang tua. Lingkungan sekolah yang sehat dimulai dari sikap saling menghormati,” jelasnya.

Ketua KKM 68 Mangkunegara, Erland Gunawan, menyampaikan bahwa tema anti-bullying dipilih karena pentingnya penguatan pendidikan karakter di era digital. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Bullying merupakan persoalan serius dengan dampak jangka panjang. Melalui penyuluhan ini, kami berharap siswa memiliki pemahaman sejak dini sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi semua,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Para guru menilai kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran karakter di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM. Harapannya, pesan yang disampaikan dapat terus diingat dan dipraktikkan oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar salah satu perwakilan guru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 68 UNTIRTA berharap dapat menumbuhkan kesadaran, empati, serta sikap saling menghargai di kalangan siswa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA