Site icon BantenDaily

UMN Gelar Pelatihan Desain Ilustrasi dan Seni Sablon bagi Karang Taruna Desa Curug Sangereng

Melalui program pengabdian masyarakat, UMN membekali pemuda Desa Curug Sangereng dengan keterampilan desain dan sablon.

Perwakilan UMN dan Karang Taruna Desa Curug Sangereng mengabadikan momen bersama dengan membawa hasil karya sablon dari pelatihan industri kreatif. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar program pelatihan desain ilustrasi dan seni sablon bagi anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna Kantor Desa Curug Sangereng pada awal Juli 2026 ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dosen UMN Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda melalui pengembangan keterampilan kreatif.

Sebanyak sekitar 25 anggota Karang Taruna mengikuti pelatihan yang memadukan teori dan praktik, mulai dari pembuatan ilustrasi manual, desain digital, hingga teknik cetak sablon manual dan penggunaan mesin press. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha di sektor industri kreatif sekaligus meningkatkan peluang kerja dan kewirausahaan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMN, Rezki Gautama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Asta Cita Pendidikan Nasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan anggota Karang Taruna melalui pelatihan seni ilustrasi dan teknik cetak sablon, baik secara manual maupun digital,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Rezki, pelatihan ini bertujuan mengembangkan potensi peserta agar menjadi individu yang kreatif, produktif, adaptif, dan memiliki daya saing. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, praktik langsung, serta pendampingan oleh dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kolaborasi antarpeserta. Kompetensi tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Program pelatihan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pendekatan berbasis life skills dan project-based learning, peserta didorong untuk membangun etos kerja, kemandirian, dan semangat kewirausahaan sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru di sektor industri kreatif.

Ketua Karang Taruna Desa Curug Sangereng, Arsudin, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, minimnya kompetensi di bidang seni dan desain selama ini menjadi salah satu kendala yang membatasi potensi sosial dan ekonomi generasi muda di desa tersebut.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota Karang Taruna sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkarya dan berwirausaha di industri kreatif,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pembuatan ilustrasi manual untuk kebutuhan sablon yang dipandu oleh Dosen Desain Komunikasi Visual UMN, Tomy Fasial Alim. Sementara itu, materi desain digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) disampaikan oleh Dosen Ilmu Komunikasi UMN, Indiwan Seto Wahyu.

Menurut Indiwan, perkembangan teknologi AI telah membuka peluang baru dalam industri desain, termasuk desain untuk kebutuhan sablon.

“Pemanfaatan AI dalam industri desain sablon memberikan efisiensi tinggi, mulai dari mempercepat eksplorasi ide visual hingga menyempurnakan kualitas gambar secara otomatis. Cukup dengan instruksi teks (prompt), AI mampu menghasilkan berbagai konsep desain, meningkatkan resolusi gambar, hingga mengonversinya menjadi format vektor yang siap cetak,” jelasnya.

Ia menambahkan, AI juga mampu membantu proses teknis seperti color separation, penghapusan latar belakang, hingga pembuatan mockup produk secara realistis hanya dalam hitungan detik.

“Dengan memasukkan prompt, AI dapat menghasilkan puluhan alternatif desain dalam berbagai gaya, seperti cyberpunk, vintage, anime, pop art, typography 3D, hingga minimalis. Hal ini memangkas waktu pengerjaan sehingga desainer maupun pelaku usaha sablon dapat lebih fokus pada proses produksi dan strategi pemasaran,” tambah Indiwan.

Sebagai penutup kegiatan, tim dosen UMN menyerahkan bantuan berupa seperangkat peralatan sablon dan mesin press kepada Karang Taruna Desa Curug Sangereng. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan praktik, meningkatkan keterampilan anggota, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis industri kreatif di lingkungan desa. (Ril)

Exit mobile version