Site icon BantenDaily

Wabup Tangerang: Perpustakaan Sekolah dan E-Arsip Kunci Literasi Anak & Administrasi Modern

Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah dorong literasi sekolah dan digitalisasi arsip OPD guna meningkatkan budaya membaca.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Perpusip, Dinas Pendidikan, dan DPMPD di kantor Dinas Perpusip, Kamis (11/03/26), membahas penguatan perpustakaan sekolah dan digitalisasi arsip. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa perpustakaan sekolah dan digitalisasi arsip merupakan kunci untuk meningkatkan literasi anak-anak sekaligus membangun administrasi modern di Kabupaten Tangerang.

Dalam rapat informal yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) bersama Dinas Pendidikan dan DPMPD, Kamis (11/03/26), Wabup Intan menyoroti masih banyaknya perpustakaan sekolah yang belum dimanfaatkan optimal. Beberapa bahkan sudah beralih fungsi.

“Perpustakaan sekolah dan e-arsip bukan sekadar data, tapi harus nyata di lapangan. Ini penting agar literasi anak-anak meningkat dan administrasi lebih efisien,” tegas Wabup Intan.

Wabup Intan mendorong kebijakan wajib membaca satu buku per bulan bagi siswa SD hingga SMP, lengkap dengan resume, sebagai bagian dari kurikulum atau anjuran pemerintah. Tujuannya agar kebiasaan membaca dan berpikir kritis terbentuk sejak dini.

Untuk PAUD dan TK, ia mengusulkan kegiatan kreatif seperti Hari Literasi atau Hari Gemar Membaca, termasuk menghadirkan pendongeng, agar anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku dan belajar presentasi sederhana.

Selain literasi, percepatan transisi arsip fisik ke digital (e-arsip) juga menjadi fokus, untuk menyingkirkan tumpukan dokumen yang tidak efisien dan menciptakan sistem administrasi lebih modern.

Wabup Intan juga memberi apresiasi tinggi pada desa-desa yang membangun Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau “Rumah Pintar”, berharap model ini bisa direplikasi di seluruh Kabupaten Tangerang.

“Rumah Pintar bukan hanya fasilitas baca, tapi simbol ekosistem pendidikan dan administrasi yang modern, transparan, dan teratur,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version