Waduh! 3 Tahun Bantuan BPNT untuk 500 Warga Miskin di Pandeglang Tak Kunjung Cair

waktu baca 3 menit
Minggu, 5 Nov 2023 16:28 0 Redaksi

PANDEGLANG | TD — Selama tiga tahun, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 500 warga miskin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Campaka Warna dan Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, tidak kunjung cair.

Penyebab tak kunjung cairnya bantuan tersebut diungkapkan Sarbini, KPM di Desa Campaka Warna, karena menurut informasi yang diterimanya, hilangnya seluruh data KPM dari dua desa tersebut dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

“Kami selaku penerima manfaat BPNT tidak mencairkan bantuan tersebut selama tiga tahun dari tahun 2021, katanya data kami hilang di Kementerian Sosial, tidak tahu apakah betul-betul hilang atau dihapus, padahal kami sangat membutuhkan bantuan tersebut,” kata Sarbini saat ditemui dikediamannya di Desa Campak Warna, Sabtu, 4 November 2023.

Menurut dia, ratusan KPM tersebut pernah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah setempat, dan menyatakan akan bertanggungjawab atas hilangnya data tersebut.

“Alasannya data kami hilang di Kementrian Sosial, itu sudah diketahui juga oleh desa dan kecamatan, bahkan kami juga pernah ada pertemuan di Desa Sindangresmi, Ibu kadis (Dinas Sosial Pandeglang) juga hadir, katanya siap bertanggungjawab dan mereka memohon untuk tidak meramaikan dulu, katanya akan berkoordinasi dengan Kementrian sosial,” terangnya.

Menurut Sarbini, para KPM merasa bingung harus meminta hak tersebut kepada pihak mana lagi, sebab sejak pertemuan tersebut, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan.

“Kalau masyarakat tinggal bingungnya, harus kemana lagi memohon agar bantuan ini cair, karena pihak yang berwenang pun sudah menyatakan seperti itu, katanya tidak akan lama, ternyata sampai menginjak tahun ketiga belum cair juga,” ujarnya.

Warga Desa Campaka Warna, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang menunjukkan kartu penerima BPNT, tetapi sudah tiga tahun tidak menerima bantuan dari Kementerian Sosial, Sabtu, 4 November 2023. (Foto : Istimewa)

Untuk itu, kata dia, KPM berharap, agar pihak yang berwenang bisa menyelesaikan persoalan tersebut, sebab kondisi perkonomian masyarakat setempat sedang memasuki masa paceklik.

“Kami berharap meminta bantuannya yang bisa menurunkan program ini terutama kepada Bapak Presiden atau Menteri Sosial. Kondisi paceklik seperti ini kami hanya menghabiskan yang ada, itupun kalau ada, kalua tidak ada bagaimana, mana kami sedang kesulitan dalam bertani, makanya kami sangat memohon untuk dicairkan kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sindang Resmi, Mukhlis Aripin membenarkan data KPM BPNT di dua desanya hilang, pihaknya juga terus melakukan upaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Iya betul ada di dua desa, yaitu Desa Sindangresmi dan Desa Campaka Warna itu hilang datanya, memang kejadian itu sudah ada sebelum saya menjadi Camat di Sindang Resmi, kalau tidak salah dari tahun 2021. Itu hanya KPM pada Program BPNT saja, kalau PKH itu masih aman,” kata Camat.

Dia mengatakan, pihaknya juga merencanakan bersama dua Kepala Desa dan Dinsos akan mendatangi Kementerian Sosial RI, sebab masyarakat menunggu program tersebut. Untuk sementara ini, para penerima manfaat tersebut diberikan bantuan dari dana desa.

“Menurut informasi dari Kementerian sosial terbaru, saat ini sedang proses input kembali data yang hilang itu, kalau tidak salah diinput di Aplikasi Sikenji, Infonya untuk satu desa sudah ada yang masuk beberapa puluh orang, namun untuk update terbarunya akan kami informasikan lagi, saya juga sudah janjian dengan dua Kades itu untuk mendatangi Kemensos RI,” ujarnya.(Iman)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA