Band Pop Punk HESAID Luncurkan EP Perdana “Waktu Terbaik” di Platform Digital

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 15:47 14 Nazwa

MUSIK | BD — Band pop punk asal Surakarta, HESAID, resmi meluncurkan extended play (EP) perdana bertajuk Waktu Terbaik yang kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming.

HESAID, yang terbentuk pada 2017 dari skena underground Solo dan sekitarnya, menghadirkan lima lagu dengan karakter pop punk yang catchy, dipadukan dengan lirik emosional yang dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.

Seluruh lagu dalam EP ini ditulis oleh Rifqi Bimo (Bimo) dan Rosyid Al Anshori. Lirik-liriknya lahir dari sudut pandang keduanya dalam membaca dinamika pemikiran dan pengalaman manusia di berbagai momen berkesan, yang kemudian menjadi pijakan dalam proses kreatif album ini.

Vokalis sekaligus gitaris HESAID, Bimo, menyebut bahwa Waktu Terbaik bukan sekadar judul, melainkan representasi momen penting yang dialami para personel.

“Judul ini sangat personal, karena memang ini adalah momen dari semua personel. Bisa dibilang, ini adalah waktu terbaik kami,” ujar Bimo, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, benang merah dari seluruh lagu dalam EP ini adalah tentang momentum—waktu yang tepat dalam berbagai fase kehidupan, mulai dari proses berkembang, menghadapi kesedihan, kebimbangan, hingga refleksi spiritual dan perpisahan.

Eksplorasi Emosi dan Cerita Nyata

EP Waktu Terbaik memuat lima lagu, yakni Waktu Terbaik, 1.3.4, Save, Maapp, dan April. Lagu pembuka Waktu Terbaik menjadi fondasi naratif yang menyoroti kesadaran seseorang untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik.

Dua lagu lainnya, April dan Maapp, disebut sebagai karya yang paling merepresentasikan kondisi HESAID saat ini sekaligus paling menantang dalam proses kreatif.

“April dan Maapp itu yang paling mewakili HESAID sekarang, dan juga paling sulit, baik secara emosional maupun teknis,” kata Bimo.

Sejumlah lagu dalam EP ini juga berangkat dari pengalaman nyata. Lagu Save merupakan refleksi spiritual pribadi, sementara Maapp dan April terinspirasi dari kisah nyata tentang hubungan dan perpisahan.

“Save itu refleksi pengalaman pribadi. Kalau Maapp dan April, itu juga cerita nyata,” ujarnya.

Proses Produksi dan Identitas Musik

Proses produksi EP ini berlangsung sekitar dua bulan. Seluruh materi direkam di Sufi Record, dengan proses mixing dan mastering ditangani oleh Heby.

Dalam eksplorasi musiknya, HESAID menggabungkan elemen pop punk dengan sentuhan emo, easycore, hingga punk rock. Mereka terinspirasi oleh sejumlah band seperti Paramore, Neck Deep, All Time Low, dan Mayday Parade.

HESAID sendiri beranggotakan dua personel inti, yakni Rifqi Bimo sebagai gitaris sekaligus vokalis dan Rosyid Al Anshori sebagai bassis, dengan tambahan pemain untuk gitar dan drum dalam proses produksi maupun penampilan.

Dikenal dengan lirik emosional dan warna pop punk alternatif, HESAID berupaya menghadirkan karya yang dapat menjadi representasi perasaan para pendengarnya.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Melalui EP ini, HESAID berharap karya mereka dapat diterima luas dan menjadi teman bagi pendengar dalam berbagai situasi.

“Harapannya, banyak yang relate dengan cerita di lagu-lagu ini, dan bisa jadi sahabat baru di playlist mereka,” ujar Bimo.

Untuk pendengar yang sedang berada di titik terendah, Bimo merekomendasikan lagu Save sebagai penguat.

“Karena lagu ini mengingatkan bahwa seberat apa pun hidup, selalu ada Tuhan yang membersamai,” katanya.

Saat ini, HESAID juga tengah menjalani rangkaian tur, gigs, dan showcase untuk memperkenalkan EP Waktu Terbaik secara langsung kepada publik. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA