Pilar Saga Ichsan berfoto bersama para pejabat, guru, dan peserta usai menghadiri Seminar Parenting Nasional di Tangerang Selatan, Rabu (13/05/2026). (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, meminta para orang tua dan guru lebih aktif mengawasi penggunaan gawai pada anak di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung.
Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Seminar Parenting Nasional yang digelar Yatim Mandiri di Gedung Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Rabu (13/05/2026).
Menurut Pilar, perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun di sisi lain, penggunaan internet tanpa pengawasan juga dapat memicu berbagai persoalan bagi anak, mulai dari paparan konten negatif, kecanduan gawai, hingga perilaku menyimpang akibat pengaruh media sosial.
“Kita kadang tidak tahu informasi apa yang diterima anak-anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten yang tidak pantas atau kata-kata yang buruk, karena anak-anak adalah peniru yang sangat cepat,” ujar Pilar.
Ia menilai pola pengasuhan di era digital tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama. Orang tua, kata dia, harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar pengawasan terhadap penggunaan teknologi dapat berjalan lebih efektif.
“Anak-anak sekarang hidup di era yang berbeda. Mereka tumbuh di tengah dunia digital yang sangat cepat. Karena itu, orang tua harus hadir, memahami perkembangan zaman, dan tetap mendampingi anak-anaknya,” katanya.
Selain keluarga, Pilar juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif. Menurutnya, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga pengayom yang mampu membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak.
Ia mengingatkan para tenaga pendidik untuk meninggalkan pola pendidikan lama yang identik dengan kekerasan fisik maupun pendekatan yang menakutkan terhadap siswa.
“Sekarang zamannya berbeda. Guru bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengayom. Anak-anak sekarang lebih kritis dan berani menyampaikan pendapatnya,” jelas Pilar.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Pilar menilai generasi muda harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Namun ia menegaskan pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan penguatan karakter dan pengawasan yang baik.
“Kalau kita tidak menggunakan teknologi digital, kita akan tertinggal dari negara lain. Tetapi yang negatif harus kita bendung, sedangkan yang positif harus diarahkan,” ucapnya.
Pilar berharap sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lembaga sosial dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak di era digital.
“Parenting bukan sekadar membesarkan anak, tetapi membentuk karakter dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya. (*)
Tidak ada komentar