Petugas kesehatan memeriksa kondisi mata salah satu peserta program operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (31/5/2026). Sebanyak 66 warga dari 29 kecamatan mengikuti program ini sebagai upaya pemulihan penglihatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. (Foto: Ist)TANGERANG | BD – Puluhan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih jelas melalui program operasi katarak gratis yang digelar di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (31/5/2026). Program ini diikuti oleh 66 pasien yang berasal dari 29 kecamatan dan menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Sentra Mulia Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah Banten dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118.
Para peserta yang mengikuti operasi merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desil 1 hingga Desil 5. Mereka telah melalui proses pendataan dan verifikasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, H. Aziz Gunawan, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari koordinasi yang melibatkan berbagai pihak hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, proses pendataan calon penerima manfaat dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah kecamatan, perangkat daerah, hingga para pendamping sosial yang berada di lapangan.
“Kolaborasi ini menggerakkan seluruh elemen, mulai dari tingkat kecamatan, organisasi perangkat daerah, hingga para pendamping sosial. Karena itu, pelaksanaan bakti sosial dapat berjalan lancar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang,” ujar Aziz.
Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang banyak dialami masyarakat lanjut usia. Melalui operasi yang dilakukan secara gratis, para pasien diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat rentan.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan. Karena itu, kami bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang untuk menjaring penerima manfaat dari kelompok Desil 1 sampai Desil 5,” kata Siti.
Menurutnya, pemulihan penglihatan bukan hanya berdampak pada kesehatan seseorang, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Kabupaten Tangerang menyiapkan empat ruang operasi yang didukung dokter spesialis mata dan tenaga kesehatan profesional. Rumah sakit juga menyediakan layanan pemeriksaan pascaoperasi guna memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik.
Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Endang Widyastiwi, mengatakan seluruh pasien akan mendapatkan pendampingan medis setelah tindakan dilakukan.
“Kami tidak hanya fokus pada proses operasi, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan lanjutan agar proses pemulihan berjalan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perdami Banten, Dr. Darmawan M. Sophian, menyebutkan bahwa pihaknya menerjunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata untuk mendukung kegiatan tersebut.
Operasi dilakukan menggunakan metode Phacoemulsification atau fakoemulsifikasi, yakni teknik operasi katarak modern dengan sayatan minimal yang memungkinkan proses penyembuhan lebih cepat dibanding metode konvensional.
“Teknik ini memberikan hasil yang baik karena luka operasi sangat kecil, tindakan berlangsung cepat, dan masa pemulihan pasien lebih singkat,” jelas Darmawan.
Salah satu penerima manfaat, Sopian, warga Kecamatan Cisoka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi katarak gratis tersebut. Selama ini, gangguan penglihatan yang dialaminya membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya operasi katarak gratis ini. Pelayanannya baik, dokternya ramah, dan semuanya tanpa biaya. Program seperti ini sangat membantu masyarakat kecil,” ungkapnya.
Selain mendapatkan layanan operasi dan pemeriksaan lanjutan, para pasien juga menerima bingkisan dari Kemensos RI sebagai bentuk perhatian kepada penerima manfaat.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses layanan kesehatan mata yang berkualitas sehingga angka gangguan penglihatan akibat katarak dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di Kabupaten Tangerang. (*)
Tidak ada komentar