Buka Jambore Sketsa Serang Sketchwalk, Agis Terus Dorong Kota Serang yang Hidup dan Nyaman

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 18:54 9 Deni Kusuma

KOTA SERANGWakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, secara resmi membuka kegiatan Jambore Sketsa Serang Sketchwalk Volume 2 bertema “Merekam Jejak Merayakan Kisah” yang digelar di kawasan Taman Sari, Kota Serang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh komunitas seni, pelajar, serta pegiat sketsa dari berbagai daerah. Para peserta menjadikan sudut-sudut kota sebagai objek gambar, mulai dari ruang publik, aktivitas masyarakat, hingga kawasan bersejarah yang memiliki nilai estetika dan identitas kota.

Dengan antusias, para peserta Sketchwalk menyusuri berbagai titik di Kota Serang untuk menangkap suasana perkotaan melalui goresan sketsa yang merekam kehidupan sehari-hari warga.

Dalam sambutannya, Agis menegaskan bahwa pembangunan Kota Serang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan suasana kota yang nyaman, hidup, dan memiliki nilai emosional bagi masyarakat maupun pengunjung.

Ia menekankan bahwa kota yang baik bukan hanya dilihat dari megahnya bangunan atau rapinya jalan, tetapi juga dari pengalaman dan kesan yang dirasakan orang ketika berada di dalamnya.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik. Kami ingin Kota Serang memiliki rasa nyaman, aman, dan kesan yang membuat orang ingin kembali lagi,” ujar Agis.

Menurutnya, konsep pembangunan berbasis rasa tersebut terus didorong melalui berbagai program, seperti penataan ruang publik, peningkatan kebersihan kota, serta kolaborasi antara pemerintah dengan komunitas seni, pelaku kreatif, dan sektor pariwisata.

Agis juga menyebut kegiatan Sketchwalk memiliki peran penting dalam memperkuat citra kota. Selain sebagai wadah ekspresi seni, kegiatan ini juga menjadi sarana dokumentasi visual yang memperlihatkan karakter Kota Serang dari perspektif yang lebih humanis.

“Melalui sketsa, kita bisa melihat kota ini dari sudut pandang yang berbeda. Ini bukan hanya gambar, tetapi cara merasakan kota,” tambahnya.

Ia menambahkan, kenyamanan kota juga berdampak pada meningkatnya daya tarik wisata, yang pada akhirnya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor kreatif.

Pemerintah Kota Serang, lanjutnya, terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan sosial budaya agar kota tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga memiliki jiwa dan karakter yang kuat.

“Kalau kota hanya dibangun secara fisik tanpa rasa, maka akan terasa kosong. Kita ingin Kota Serang tetap hidup dan berkesan,” tegasnya.

Kegiatan Jambore Sketsa Serang Sketchwalk Volume 2 ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas Kota Serang sebagai kota yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kaya akan seni, budaya, dan kreativitas masyarakatnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA