Andra Soni Sebut Festival Muharram Cengkok Layak Dilestarikan sebagai Tradisi Keagamaan Banten

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 17:40 11 Nazwa

TANGERANG | BD – Gubernur Banten, Andra Soni, menilai Festival Muharram Cengkok merupakan tradisi keagamaan yang layak dilestarikan karena mampu menjaga nilai-nilai religius, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan sosial dan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Festival Muharram Cengkok 1448 Hijriah di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, Festival Muharram Cengkok telah berkembang menjadi agenda masyarakat yang tidak hanya memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menghidupkan semangat gotong royong, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Festival Muharram Kampung Cengkok merupakan tradisi yang harus dilestarikan. Mulai dari UMKM lokal hingga kegiatan sosial seperti sunatan massal semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan keharmonisan,” ujar Andra Soni.

Ia mengapresiasi masyarakat Kampung Cengkok yang secara konsisten menjaga tradisi tersebut dari tahun ke tahun. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyelenggarakan festival menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

Selain menghadirkan rangkaian kegiatan keagamaan, Festival Muharram Cengkok juga diramaikan dengan santunan anak yatim, sunatan massal, bazar UMKM, diskusi literasi, hingga pentas seni budaya Banten yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Andra berharap tradisi seperti Festival Muharram Cengkok dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Provinsi Banten dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, DKM Masjid Al-Hidayah, LPK Cengkok Karya Mandiri, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut.

Menurut Maesyal, Festival Muharram Cengkok bukan hanya menjadi momentum syiar Islam, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, literasi, dan pengembangan UMKM.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat hijrah sebagai motivasi membangun Kabupaten Tangerang yang semakin maju, religius, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Turut hadir dalam pembukaan Festival Muharram Cengkok 1448 Hijriah tersebut Staf Khusus Kementerian Sosial serta Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA