Damkar Tangsel Sebut Korsleting Listrik Masih Penyebab Terbesar Kasus Kebakaran

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Jul 2026 00:00 10 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebut korsleting atau arus pendek listrik masih menjadi penyebab terbesar kasus kebakaran di wilayah tersebut. Kondisi itu mendorong Damkar menggandeng PLN untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan instalasi listrik dan pencegahan kebakaran.

Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang digelar di Aula Kelurahan Parigi, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini melibatkan anggota Redkar, pengurus RT/RW, serta perwakilan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi kebakaran.

Kepala Dinas Damkar Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, sebagian besar kebakaran yang terjadi di Tangsel masih dipicu oleh korsleting listrik. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman dan sesuai standar.

“Inti kegiatannya adalah sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran untuk anggota Redkar dan masyarakat Kelurahan Parigi. Karena itu kami juga menghadirkan ketua RT, RW, dan perwakilan warga,” kata Ahmad Dohiri.

Menurutnya, Damkar sengaja menggandeng PLN agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai penggunaan serta pemeliharaan instalasi listrik di rumah.

“Masyarakat perlu memahami cara memeriksa dan memelihara instalasi listrik di rumah agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini. Redkar pun disiapkan menjadi ujung tombak edukasi dan pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pembentukan Redkar bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam upaya pencegahan.

“Masyarakat harus tahu titik-titik rawan kebakaran dan jangan panik ketika terjadi kebakaran, tetapi menghadapinya dengan cara yang benar,” ujar Pilar.

Selain memberikan pelatihan, Pemkot Tangsel juga menyalurkan bantuan berupa alat pemadam api ringan (APAR), pompa air (alkon), grab stick, dan dua pasang sepatu. Bantuan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Pilar menjelaskan, pada 2026 terdapat sembilan kelurahan yang mengajukan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran, dan seluruhnya dipenuhi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia menambahkan, penyaluran APAR dibarengi dengan pelatihan penggunaan alat serta edukasi mengenai bahaya korsleting listrik. Konsep yang diterapkan adalah training for trainer, sehingga anggota Redkar, RT, dan RW diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Damkar Tangsel berharap kolaborasi dengan PLN dan keterlibatan masyarakat melalui Redkar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau, sekaligus mempercepat penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan permukiman. (Idris Ibrahim/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA