Japan Thematic Fund Suntik Investasi ke Bumame dan TWO Inc untuk Perkuat Sektor Healthcare

waktu baca 5 menit
Selasa, 1 Sep 2026 05:09 2 Redaksi

TANGERANG | BD  — Japan Thematic Fund (JTF) menyuntikkan investasi ke Bumame dan TWO Inc., perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan wellness, untuk memperkuat inovasi sektor healthcare sekaligus mendorong kolaborasi bisnis Jepang dan Indonesia di Asia Tenggara.

Investasi tersebut dilakukan Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dan fund management platform milik Sinar Mas Land, bersama Spiral Ventures sebagai co-general partners JTF. Pendanaan ini menjadi bagian dari strategi JTF dalam menghubungkan kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Investasi dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang lebih terintegrasi. Perubahan demografi dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan turut mendorong pergeseran kebutuhan layanan, dari pendekatan pengobatan menuju pencegahan, deteksi dini, personalisasi, hingga perawatan jangka panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di Asia Tenggara meningkat hampir dua kali lipat, dari 11,3 persen pada 2024 menjadi 20,9 persen pada 2050. Kondisi tersebut diperkirakan turut meningkatkan kebutuhan terhadap ekosistem kesehatan yang mampu menjawab berbagai tahapan perjalanan kesehatan masyarakat.

Partner Living Lab Ventures sekaligus Executive Manager Japan Thematic Fund, Bayu Seto, mengatakan JTF dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia melalui kemitraan jangka panjang.

“JTF dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia melalui kemitraan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi kedua negara,” ujar Bayu dilansir Selasa (1/9).

Menurut dia, investasi pada Bumame dan TWO Inc. tidak hanya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga membuka peluang pertukaran teknologi, keahlian, dan jaringan.

“Investasi pada Bumame dan TWO Inc. mencerminkan pendekatan tersebut, di mana kami tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran teknologi, keahlian, dan jaringan untuk memperkuat solusi kesehatan yang lebih preventif, personal, dan terintegrasi,” katanya.

Bayu menambahkan, JTF akan terus mendorong kolaborasi lintas negara yang menghubungkan kekuatan bisnis Jepang dan Indonesia serta menghasilkan inovasi yang relevan bagi pasar Asia Tenggara.

Bumame Kembangkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Investasi pada Bumame diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

Bumame telah mengembangkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari diagnostik, laboratorium klinik, medical check-up, home healthcare, solusi kesehatan digital, hingga program preventive healthcare.

CEO Bumame, James Andrew Wihardja, mengatakan investasi JTF menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk memperluas kapasitas dan mengembangkan solusi kesehatan yang semakin terintegrasi.

“Investasi ini menjadi langkah penting bagi Bumame untuk memperluas layanan kesehatan yang kami bangun, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui pengembangan solusi yang semakin terintegrasi dan mudah diakses,” kata James.

Ia menilai kemitraan dengan JTF memberikan peluang bagi Bumame untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan jaringan serta perspektif global yang dimiliki mitra.

“Kami melihat kemitraan dengan JTF sebagai kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan pemahaman kami terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan jaringan serta perspektif global yang dimiliki mitra kami,” ujarnya.

James berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat inovasi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

TWO Inc. Perkuat Pendekatan Preventif

Selain Bumame, JTF juga berinvestasi pada TWO Inc., perusahaan asal Jepang di balik merek 2foods yang mengembangkan produk pangan fungsional berbasis ilmu nutrisi, riset konsumen, dan inovasi produk.

Kehadiran TWO Inc. melengkapi pendekatan Bumame dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih menyeluruh. Jika Bumame berfokus pada akses layanan kesehatan, TWO Inc. menghadirkan pendekatan preventif melalui asupan makanan dan pola hidup sehari-hari.

Dengan pengalaman Jepang dalam inovasi pangan dan longevity, TWO Inc. melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk pengembangan bisnis food dan wellness serta ekspansi ke pasar Asia Tenggara.

CEO 2foods, Yoshikazu Azuma, mengatakan perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan membuka peluang bagi inovasi di sektor food dan wellness.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi TWO karena perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan menciptakan ruang bagi inovasi food and wellness,” ujar Yoshikazu.

Menurut dia, kemitraan dengan JTF menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman yang dikembangkan di Jepang ke pasar Indonesia sekaligus memahami kebutuhan konsumen lokal.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk membangun bisnis wellness yang dapat tumbuh dari Indonesia menuju pasar Asia Tenggara,” katanya.

Terhubung dengan Ekosistem Inovasi BSD City

Investasi JTF tersebut juga menjadi bagian dari upaya LLV memperkuat BSD City sebagai ekosistem inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia.

Melalui jaringan bisnis Sinar Mas Land di sektor real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV mendukung perusahaan portofolio dalam mengembangkan solusi, memperluas skala bisnis, serta membangun kemitraan strategis dengan korporasi di Indonesia dan Jepang.

Bersama Spiral Ventures, LLV melalui JTF terus mendorong kolaborasi lintas negara yang menghubungkan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pengembangan ekosistem tersebut juga sejalan dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten atau D-HUB SEZ di BSD City yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

Kawasan tersebut memperkuat konektivitas antara penyedia layanan kesehatan, perusahaan teknologi, startup, institusi riset, investor, dan mitra industri dalam satu ekosistem kolaboratif.

Investasi pada Bumame dan TWO Inc. menegaskan langkah JTF memperkuat sektor healthcare melalui kolaborasi Jepang-Indonesia, sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi kesehatan yang dapat diperluas ke pasar Asia Tenggara. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA