Bupati Tangerang: Program Aspontren dan Sanitren Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Tahun

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 12:17 10 Nazwa

TANGERANG | BD — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menargetkan program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi Pondok Pesantren (Sanitren) dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan dengan menyasar sekitar 1.100 pondok pesantren di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan Maesyal saat membuka fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (8/9/2026).

Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang akan meningkatkan jumlah penerima bantuan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Ia berharap program tersebut dapat mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana pesantren, terutama asrama dan fasilitas sanitasi.

“Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program Sanitasi Pondok Pesantren dan juga program Asrama Pondok Pesantren. Jadi nanti untuk tahun 2027 ditambah lagi, saya ingin tiga tahun ke depan itu tuntas semuanya atau jangan terlalu banyak sisanya,” kata Maesyal.

Ia menjelaskan, program pembangunan asrama pesantren telah menyasar 75 pondok pesantren pada 2025. Jumlah tersebut meningkat menjadi 150 penerima manfaat pada 2026 atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu,” ujarnya.

Maesyal menuturkan, Pemkab Tangerang akan kembali menambah jumlah penerima bantuan pada 2027. Namun, besaran penambahan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Insyaallah mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100,” katanya.

Menurut Maesyal, Aspontren dan Sanitren merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan keagamaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Fasilitas asrama dan sanitasi yang memadai dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman dan sehat bagi para santri. Kondisi tersebut diharapkan turut mendorong semangat belajar dan kemandirian santri.

“Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan Sanitren ini penting sekali kita perbaiki, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustadz dan para ustadzah yang ada di Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Maesyal meminta para kiai, pimpinan dan pengurus pondok pesantren terus memperkuat pembinaan terhadap santri dan masyarakat.

Ia menilai santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang nantinya diharapkan mampu membimbing masyarakat serta memberikan kontribusi bagi keluarga, umat dan bangsa.

“Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren untuk terus membina umat dan santrinya supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya. Santri itu adalah pimpinan kita yang akan datang, khususnya dalam membimbing, membina umat serta melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas para kiai, ustadz dan para ustadzah,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA