Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Pencarian Libatkan Polda Banten hingga Basarnas

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 15:14 15 Nazwa

PANDEGLANG | BD — Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polda Banten bersama Basarnas, TNI, BMKG, BPBD, dan unsur terkait kini masih melakukan pencarian terhadap rombongan tersebut.

Informasi mengenai hilangnya kontak lima jurnalis itu diterima Polda Banten pada Selasa (8/9). Sebelumnya, rombongan dilaporkan berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian. Operasi SAR masih dilanjutkan hingga Rabu (9/9).

“Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Hengki, Rabu (9/9).

Hengki mengatakan, seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan pencarian untuk menemukan kelima jurnalis tersebut. Namun, keselamatan personel SAR tetap menjadi perhatian karena operasi berlangsung di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem

Selain mengerahkan tim pencarian, Polda Banten juga menyiapkan pos antemortem melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten.

Pos tersebut merupakan langkah kesiapsiagaan untuk mendukung proses identifikasi apabila dibutuhkan dalam penanganan operasi SAR.

“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” jelas Hengki.

Hingga saat ini, pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Sementara kemungkinan pemantauan melalui udara masih dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Untuk sampai dengan sekarang belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Tak Mendekati Anak Krakatau

Hengki turut mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi laut agar mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.

“Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Di tengah proses pencarian, Polda Banten juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu tsunami.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, jangan cepat percaya dengan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA