50 Redkar Pisangan Ikuti Pelatihan Kebakaran, Dilengkapi APAR hingga Handy Talky

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 19:05 7 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Sebanyak 50 anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, mengikuti pelatihan penanganan kebakaran yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Selain mendapatkan pembekalan dan simulasi penanganan kebakaran, para relawan juga memperoleh sejumlah peralatan penunjang dari Damkar Tangsel. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung peran Redkar dalam membantu penanganan awal kejadian darurat di lingkungan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan Damkar Tangsel Mohamad Muksin mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan Redkar dalam menghadapi kebakaran maupun keadaan darurat.

“Sebanyak 50 anggota Redkar mengikuti simulasi ini. Tujuannya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan anggota Redkar dalam membantu masyarakat menghadapi kejadian kebakaran dan keadaan darurat di wilayah Pisangan,” ujar Muksin.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai pencegahan kebakaran, tetapi juga mengikuti simulasi penanganan awal. Redkar diberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menerima laporan kebakaran serta cara membantu petugas Damkar di lapangan.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Damkar Tangsel berupa peralatan penunjang, yakni alat pemadam api ringan (APAR), pompa air Alkon, dan handy talky (HT).

Peralatan tersebut dapat digunakan untuk menunjang koordinasi maupun kesiapsiagaan Redkar di lingkungan masyarakat. Keberadaan perlengkapan juga diharapkan memperkuat kemampuan relawan dalam menjalankan peran sesuai kapasitasnya sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.

Kepala Damkar Tangsel Ahmad Dohiri menjelaskan, Redkar memiliki posisi strategis karena berada lebih dekat dengan masyarakat. Dalam kondisi terjadi kebakaran, keberadaan relawan dapat membantu memberikan respons awal sembari menunggu kedatangan petugas Damkar.

“Kalau ada kejadian kebakaran, mereka tidak bingung harus melakukan apa. Tadi disimulasikan bagaimana cara melakukan upaya pemadaman saat terjadi kebakaran,” ujar Ahmad.

Meski dibekali pelatihan dan peralatan, Ahmad menegaskan bahwa anggota Redkar tetap memiliki batasan dalam menjalankan tugas. Redkar berperan membantu petugas Damkar dan tidak mengambil alih tindakan teknis yang menjadi kewenangan petugas.

“Anggota Redkar tidak diperbolehkan memegang nozzle atau melakukan tindakan yang menjadi kewenangan petugas Damkar. Perannya membantu petugas dalam penanganan awal kebakaran,” katanya.

Selain materi penanganan kebakaran, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keselamatan instalasi listrik dari narasumber PLN. Edukasi tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek pencegahan agar Redkar dapat turut menyampaikan informasi keselamatan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan dan dukungan peralatan tersebut, Damkar Tangsel mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran. Redkar diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan di tingkat lingkungan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti batas kewenangan dalam penanganan kebakaran.

“Tujuannya membentuk masyarakat yang tanggap dan peduli terhadap keselamatan lingkungan, sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu penanggulangan kebakaran,” pungkas Muksin. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA