AWG Perkuat Advokasi Global untuk Palestina Lewat BSP 2026

waktu baca 5 menit
Minggu, 1 Nov 2026 12:50 42 Nazwa

JAKARTA | BD — Aqsa Working Group (AWG) memperkuat gerakan advokasi global untuk Palestina melalui penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 sepanjang November. Mengusung tema “Penguatan Peran Advokasi Global Menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah agenda yang melibatkan masyarakat, jurnalis, komunitas, hingga elemen advokasi kebijakan.

Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, mengatakan perjuangan Palestina membutuhkan gerakan kolektif yang konsisten, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina bukan hanya persoalan solidaritas kemanusiaan, melainkan juga tanggung jawab bersama dalam menentang penjajahan.

“Perjuangan untuk Palestina membutuhkan napas panjang dan gerakan kolektif yang terpimpin. Semua pihak memikul tanggung jawab yang sama untuk menentang kezaliman. Terlebih Indonesia memiliki konstitusi yang tegas dan lugas dalam melawan penjajahan di muka bumi,” kata Anshorullah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Anshorullah menjelaskan, November memiliki sembilan momentum bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan panjang perjuangan Palestina.

Pertama, Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Melalui deklarasi tersebut, Pemerintah Inggris menyampaikan dukungan terhadap pembentukan tanah air nasional bagi orang Yahudi di Palestina. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah konflik Palestina.

Kedua, meninggalnya Faris Odeh pada 8 November 2000. Pemuda Palestina tersebut dikenang sebagai simbol keberanian perlawanan rakyat Palestina. Foto dirinya yang menghadapi tank Israel dengan hanya berbekal kerikil di tangan menjadi salah satu gambaran ikonik perjuangan rakyat Palestina.

Ketiga, Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 3379 yang disahkan pada 10 November 1975. Resolusi tersebut menyatakan bahwa Zionisme merupakan bentuk rasisme dan diskriminasi rasial.

Keempat, wafatnya Yasser Arafat pada 11 November 2004. Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) tersebut merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan politik dan diplomasi perjuangan Palestina.

Kelima, Deklarasi Kemerdekaan Palestina pada 15 November 1988. Saat itu, Dewan Nasional Palestina memproklamasikan kemerdekaan Negara Palestina di Aljir, Aljazair. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjuangan bangsa Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Keenam, wafatnya Izzuddin al-Qassam pada 20 November 1935. Ulama sekaligus tokoh perlawanan Palestina ini dikenang dalam sejarah perjuangan melawan pemerintahan Mandat Inggris.

Ketujuh, Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 242 yang disahkan pada 22 November 1967, setelah Perang Enam Hari. Resolusi tersebut memuat prinsip-prinsip penyelesaian konflik secara damai, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki dalam perang tersebut.

Kedelapan, Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 pada 29 November 1947. Resolusi ini mengusulkan pembagian wilayah Palestina menjadi negara Arab dan negara Yahudi, dengan Yerusalem berada di bawah rezim internasional khusus. Rencana pembagian tersebut menjadi salah satu peristiwa penting yang terus dipersoalkan dalam sejarah perjuangan dan hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina.

Kesembilan, peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina setiap 29 November. Peringatan ini berkaitan dengan pengadopsian Resolusi 181 pada 1947 dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 32/40 B pada 1977.

Menurut Anshorullah, sembilan momentum tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Palestina tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang kebijakan internasional, perjuangan rakyat, dan upaya memperoleh kemerdekaan.

Karena itu, BSP 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga mengajak masyarakat mengambil peran dalam membangun kesadaran, memperkuat advokasi, dan menyuarakan keadilan bagi Palestina.

Ketua BSP 2026, Yusuf Maulana, menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga konsistensi dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina melalui gerakan yang terarah dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, inisiatif kegiatan ini berangkat dari berbagai momentum sejarah Palestina yang terjadi pada November. AWG kemudian menyelenggarakan Pekan Solidaritas Palestina pada November 2021 selama satu pekan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan persetujuan dan sepengetahuan Pembina AWG, Imam Yakhsyallah Mansur. Pada November 2022, kegiatan serupa kembali diselenggarakan dan kemudian berkembang menjadi Bulan Solidaritas Palestina hingga saat ini.

AWG memandang advokasi Palestina perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis, mulai dari pendidikan, media, diplomasi masyarakat, kegiatan kemanusiaan, hingga penguatan jejaring solidaritas.

Delapan Agenda Utama BSP 2026

Dalam rangkaian BSP 2026, AWG menyiapkan delapan agenda utama yang mencakup aksi publik, olahraga solidaritas, edukasi tentang Al-Aqsa, konsolidasi, diskusi jurnalistik, hingga advokasi di ruang kebijakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Grand Opening dan Apel Akbar pada 1 November 2026 di Lapangan Monas, Jakarta. Pembukaan ini menjadi momentum untuk memulai gerakan solidaritas sekaligus menghimpun partisipasi masyarakat dalam agenda advokasi sepanjang November.

Selanjutnya, Solidarity Run for Palestine akan digelar pada 8 November 2026 di Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur. Kegiatan olahraga tersebut mengajak masyarakat memadukan semangat kebugaran dengan kepedulian kemanusiaan dan dukungan terhadap Palestina.

Pada tanggal yang sama, yakni 8 November, serta 22 November 2026, AWG juga menjadwalkan Festival Baitul Maqdis di Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur. Festival ini menjadi ruang edukasi untuk memperkuat pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap Baitul Maqdis serta kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam sejarah dan kehidupan umat Islam.

Agenda berikutnya adalah Summit for Palestine pada 14–15 November 2026 di Gunung Gede, Jawa Barat. Pertemuan tersebut ditujukan untuk memperkuat konsolidasi dan peran berbagai elemen dalam gerakan solidaritas Palestina, termasuk komunitas pencinta alam.

Pada 19 November 2026, AWG akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Journalists for Palestine. Forum ini melibatkan kalangan jurnalis untuk membahas peran media dalam pemberitaan Palestina, penguatan perspektif publik, serta penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Simposium Anti-Zionis dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026 di Gedung DPR RI. Kegiatan ini menjadi ruang pembahasan dan penguatan advokasi terkait persoalan Palestina serta sikap terhadap kebijakan dan praktik yang dinilai bertentangan dengan hak-hak rakyat Palestina.

Rangkaian BSP 2026 kemudian dilanjutkan dengan Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November 2026 di Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor. Aksi jalan panjang tersebut menjadi salah satu sarana untuk menyuarakan kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina.

Sebagai penutup, Closing BSP 2026 akan diselenggarakan pada 29 November 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Penutupan ini bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

AWG, yang didirikan pada 21 Agustus 2008, mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Organisasi tersebut juga menyerukan penolakan terhadap Zionisme, pemboikotan produk yang dinilai terafiliasi dengan Israel, serta penuntutan terhadap pihak-pihak yang dituding bertanggung jawab atas genosida melalui mekanisme pengadilan internasional. (Red/Aat SS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA