Mahasiswa PLP 05 Integratif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berfoto bersama Kepala MAN 1 Pandeglang, Hj. Oom Sunarsih, serta perwakilan guru di area bank sampah yang menjadi bagian dari program kepedulian lingkungan madrasah. (Foto: Dok. Pribadi) PANDEGLANG | BD — Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Semangat itulah yang diwujudkan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 05 Integratif Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui program bank sampah di MAN 1 Pandeglang.
Program yang mulai diperkenalkan pada Rabu (7/10/2026) tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membangun kesadaran warga madrasah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bijak.
Inisiatif ini secara khusus menyasar pengelolaan sampah botol plastik yang masih memiliki nilai guna. Botol-botol yang terkumpul akan dipilah dan dimanfaatkan kembali untuk berbagai kegiatan kreatif sehingga tidak langsung berakhir sebagai sampah yang mencemari lingkungan.
Selain mendorong kebiasaan hidup bersih, kehadiran bank sampah juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa PLP 05 Integratif terhadap pemenuhan Standar Nasional, khususnya pada aspek sarana dan prasarana pendidikan.
Sosialisasi program dilaksanakan melalui kegiatan Rabu Literasi yang diikuti warga MAN 1 Pandeglang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP 05 Integratif, Muhamad Hanafi, menyampaikan tujuan program sekaligus harapannya agar bank sampah dapat terus berjalan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
“Harapannya, bank sampah ini bisa terus berjalan dan menjadi kebiasaan baik di lingkungan madrasah. Walaupun nanti kami sudah selesai melaksanakan PLP dan tidak lagi berada di sini, anggaplah bank sampah ini sebagai kenang-kenangan dari kakak-kakak PLP. Sekaligus menjadi pengingat bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari mencintai ciptaan Allah Swt.,” ujar Muhamad Hanafi, Jumat (6/11).
Dalam pelaksanaannya, program ini berfokus pada pengumpulan dan pemilahan botol plastik. Sampah yang terkumpul diharapkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai karya kreatif.
Untuk memperkuat budaya peduli lingkungan, mahasiswa juga memperkenalkan jargon LISA atau Lihat Sampah Ambil. Pesan sederhana ini mengajak seluruh warga madrasah untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dengan membiasakan diri mengambil sampah yang terlihat dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala MAN 1 Pandeglang, Hj. Oom Sunarsih, S.Pd.I., M.Pd.I. Dukungan itu disampaikan saat serah terima program dari Ketua PLP 05 Integratif kepada pihak madrasah menjelang pelepasan mahasiswa untuk kembali ke kampus.
“Kami akan menerima bank sampah ini. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh MAN 1 Pandeglang. Terima kasih kepada mahasiswa PLP 05 Integratif,” ungkap Hj. Oom Sunarsih.
Penerimaan program tersebut menjadi bentuk dukungan pihak madrasah terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan pendidikan.
Lebih dari sekadar fasilitas tambahan, bank sampah diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kebiasaan bersama yang perlu dibangun secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa PLP 05 Integratif berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di MAN 1 Pandeglang. Meski masa pengabdian mahasiswa akan berakhir, kebiasaan baik yang telah dimulai diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga madrasah.
Kontributor: Ira Riyadoh, Sekretaris PLP 05 Integratif 2026. (Red)
Tidak ada komentar