Entrepreneur Hub Finance Diluncurkan di Tangsel: Solusi Permodalan dan Pelatihan UMKM

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Mei 2025 20:00 212 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Program Ehub Finance resmi diluncurkan di Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian UMKM, Pemerintah Kota Tangsel, lembaga perbankan, dan sektor swasta, yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada UMKM, terutama dalam hal pembiayaan.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah awal dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam mengatasi masalah pembiayaan. “Ini adalah tahap pertama yang berkaitan dengan pinjaman, yang akan dikurasi oleh perbankan dan kementerian. Selanjutnya, UMKM akan mengikuti pelatihan tentang penggunaan dana dan pertanggungjawaban,” kata Benyamin di Gedung Galeri UMKM Tangsel, pada Kamis (22/05/2025).

Benyamin juga menyoroti tantangan umum yang dihadapi dalam pengembangan usaha, yaitu prosedur agunan. Oleh karena itu, pemahaman dan pendampingan bagi pelaku UMKM, terutama di Tangsel yang memiliki hampir 100 ribu pelaku UMKM, sangat penting. “Sebagian besar pelaku UMKM di sini bergerak di sektor kuliner, fashion, kerajinan, serta industri film dan lainnya,” tambahnya.

Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Moraza, menyatakan bahwa Entrepreneur Hub merupakan komitmen pemerintah untuk membantu UMKM naik kelas. “Permasalahan klasik UMKM adalah permodalan dan perluasan pasar. Ehub ini terdiri dari beberapa tahapan, termasuk Ehub Finance dan Ehub terpadu, sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberdayakan UMKM,” jelasnya.

Kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya di Tangsel yang dikenal sebagai kota jasa, perdagangan, dan ekonomi kreatif, sangat penting. “Inisiatif di daerah sudah berjalan, dan sekarang yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kelas UMKM,” katanya.

Wakil Menteri menambahkan bahwa untuk meningkatkan kelas UMKM, ada dua kebutuhan dasar: pelatihan literasi keuangan dan bimbingan produk, serta permodalan. “Permodalan memiliki berbagai isu. Ada anggapan bahwa bank tidak mudah memberikan pinjaman, namun di sisi lain, subsidi pemerintah untuk KUR harus dilaksanakan dengan baik. Kedua belah pihak, baik perbankan maupun UMKM, harus saling memahami bahwa pinjaman harus dikembalikan agar siklus permodalan terjaga,” ujarnya.

Inilah yang menjadi dasar kehadiran Ehub Finance di Tangerang Selatan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Di mana UMKM akan mendapatkan bimbingan terkait keuangan, pengelolaan produk, dan komitmen dari perbankan untuk memfasilitasi kebutuhan mereka,” tutupnya. (*)

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA