MUI, DPR, dan DPD RI Satukan Tokoh Dunia dalam Dialog Antar Peradaban Internasional

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 22:34 7 Redaksi

JAKARTA | BD – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama DPR RI dan DPD RI mempertemukan tokoh nasional, pemimpin agama, akademisi, diplomat, serta perwakilan negara sahabat dalam Dialog Antar Peradaban Internasional yang digelar di Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Forum internasional tersebut diselenggarakan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik kemanusiaan, serta tantangan hubungan antarnegara yang dinilai membutuhkan penguatan komunikasi dan kerja sama lintas peradaban.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan dialog menjadi instrumen penting untuk membangun saling pengertian dan kepercayaan di tengah berbagai persoalan global yang terus berkembang.

Menurutnya, konflik geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia menunjukkan pentingnya menghadirkan ruang dialog yang lebih terbuka, inklusif, dan konstruktif guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

“Dialog antar peradaban harus terus diperkuat sebagai sarana membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan global yang mengancam perdamaian dunia,” ujar Sudarnoto.

Ia menegaskan Indonesia memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk berperan sebagai jembatan peradaban dunia melalui nilai-nilai moderasi, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai yang selama ini menjadi karakter bangsa.

Dialog Antar Peradaban Internasional digelar dalam rangka memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk bertukar pandangan mengenai tantangan global, mulai dari konflik kemanusiaan, intoleransi, hingga upaya memperkuat kerja sama internasional.

Dalam forum itu, para peserta menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas bangsa, agama, dan budaya sebagai langkah preventif dalam mencegah konflik serta membangun tatanan dunia yang lebih damai dan berkeadaban.

Dialog tersebut juga menghasilkan seruan bersama yang menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas global, menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi, serta mengedepankan penyelesaian konflik melalui diplomasi, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

Melalui forum ini, MUI berharap Indonesia dapat terus memainkan peran aktif sebagai pelopor dialog dan kerja sama lintas peradaban dalam upaya mewujudkan dunia yang lebih damai, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh umat manusia. (Ril)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA