AirNav Indonesia Gandeng Airservices Australia Tingkatkan Kompetensi SDM Navigasi Penerbangan

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Jul 2026 19:54 23 Nazwa

TANGERANG | BD — AirNav Indonesia menggandeng Airservices Australia (ASA) untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang navigasi penerbangan melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan di Indonesia.

Rangkaian program ITSAP yang berlangsung sejak 29 Juni 2026 resmi ditutup di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Jumat (3/7/2026). Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai lokakarya dan diskusi yang membahas pengembangan kompetensi SDM, tata kelola data, pemanfaatan teknologi surveillance, serta penyempurnaan standar pelayanan navigasi penerbangan.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, mengatakan program ITSAP memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan.

“Melalui Program ITSAP, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari pengembangan kapasitas organisasi, pengelolaan data, pemanfaatan teknologi surveillance, hingga penguatan standar pelayanan navigasi penerbangan. Kami berharap seluruh pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan operasional sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas layanan AirNav Indonesia di masa mendatang,” ujar Setio.

Menurutnya, AirNav Indonesia berkomitmen melanjutkan kemitraan dengan Airservices Australia melalui berbagai program pengembangan kapasitas guna menciptakan SDM yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi penerbangan.

Dalam pelaksanaannya, ITSAP membahas sejumlah bidang strategis. Pada Strategic Workforce Planning, peserta mendalami pengembangan kapasitas organisasi dan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia sebagai fondasi transformasi organisasi.

Sementara pada bidang Air Traffic Management (ATM) Standards, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan standar pelayanan lalu lintas udara, penguatan manajemen kinerja, serta peningkatan kesiapsiagaan melalui manajemen krisis.

Di bidang Data Management, peserta memperkuat pemahaman mengenai tata kelola data (data governance), pengembangan ekosistem data, integrasi data lintasan penerbangan (trajectory stitching), hingga pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data. Adapun pada bidang Surveillance Data Management and Decoding, materi difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan data surveillance untuk mendukung proses dekode, analisis, dan distribusi data secara lebih efektif.

Selain penguatan kompetensi teknis, program tersebut juga menghasilkan evaluasi pelaksanaan ITSAP 2025/2026 serta penyusunan rencana kerja ITSAP 2026/2027 bersama berbagai direktorat di AirNav Indonesia. Pembahasan mencakup peningkatan kompetensi personel, penguatan kerja sama profesional Air Traffic Controller Indonesia–Australia, serta penyelarasan kebutuhan pengembangan organisasi pada berbagai bidang operasional dan teknis.

Setio menegaskan keberhasilan program pengembangan kapasitas tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari implementasi pengetahuan dan praktik terbaik yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan komitmen AirNav Indonesia untuk terus membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan trafik penerbangan, dan tuntutan keselamatan penerbangan di masa depan,” katanya.

Penutupan ITSAP 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian program tahun ini. Ke depan, AirNav Indonesia dan Airservices Australia sepakat melanjutkan kemitraan strategis melalui berbagai inisiatif pengembangan kapasitas yang diharapkan memberikan manfaat bagi kedua organisasi sekaligus mendukung peningkatan keselamatan dan pelayanan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA