Analisis Hubungan Antara Penggunaan E-Book dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

waktu baca 4 menit
Minggu, 21 Des 2025 17:51 107 Nazwa

OPINI | BD – Di era digital yang berkembang pesat, transformasi dalam dunia pendidikan tinggi menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergeseran dari penggunaan buku cetak konvensional menuju format digital atau e-book. Fenomena ini semakin masif sejak pandemi COVID-19 yang memaksa institusi pendidikan beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Judul Analisis Hubungan antara Penggunaan E-Book dengan Prestasi Belajar Mahasiswa hadir sebagai respons atas realitas kampus masa kini. Hampir di setiap sudut perpustakaan digital, e-book telah menjadi koleksi utama yang diakses mahasiswa. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah kemudahan akses terhadap e-book berbanding lurus dengan peningkatan prestasi akademik mahasiswa, atau justru menghadirkan tantangan baru dalam proses pembelajaran?

Penelitian ini menjadi relevan karena melibatkan dua variabel penting dalam ekosistem pendidikan tinggi, yaitu media pembelajaran dan capaian akademik mahasiswa. Di tengah euforia digitalisasi, kajian kritis diperlukan untuk menilai apakah teknologi benar-benar memberikan manfaat optimal atau sekadar mengubah bentuk tanpa meningkatkan substansi pembelajaran.

E-Book sebagai Media Pembelajaran Modern

E-book atau buku elektronik merupakan publikasi dalam format digital yang dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti laptop, tablet, smartphone, maupun e-reader khusus. Berbeda dengan buku cetak, e-book menawarkan tingkat portabilitas yang tinggi karena ribuan judul dapat disimpan dalam satu perangkat. Selain itu, e-book dilengkapi berbagai fitur interaktif, seperti pencarian kata kunci, highlight, catatan digital, serta hyperlink yang menghubungkan pembaca dengan sumber referensi lain.

Dalam konteks perguruan tinggi, penggunaan e-book telah menjadi bagian integral dari sistem pembelajaran. Perpustakaan kampus kini banyak berinvestasi pada koleksi digital dengan mengalihkan anggaran dari pembelian buku fisik ke langganan basis data e-book internasional. Berbagai platform seperti Google Books, Project Gutenberg, ResearchGate, hingga repositori institusi menyediakan akses ke jutaan judul, baik secara gratis maupun berbayar.

Mahasiswa yang tergolong sebagai digital natives cenderung lebih akrab dengan perangkat elektronik dibandingkan buku cetak. Mereka terbiasa melakukan multitasking dan mengonsumsi informasi dalam format digital, sehingga e-book dianggap selaras dengan karakteristik belajar generasi ini. Meski demikian, kemudahan akses tersebut tidak serta-merta menjamin efektivitas pembelajaran.

Korelasi Penggunaan E-Book dengan Prestasi Akademik

Sejumlah studi menunjukkan adanya korelasi positif antara penggunaan e-book dan prestasi belajar mahasiswa, terutama ketika e-book dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Mahasiswa yang mengoptimalkan fitur pencarian dan highlight cenderung lebih cepat menemukan informasi relevan untuk menunjang tugas akademik. Kemampuan membawa “perpustakaan” dalam satu perangkat juga memungkinkan mahasiswa belajar kapan saja dan di mana saja, sehingga meningkatkan intensitas interaksi dengan materi pembelajaran.

Namun, hubungan tersebut tidak bersifat linear dan dipengaruhi oleh berbagai faktor mediator. Kualitas konten e-book, tingkat literasi digital mahasiswa, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta metode pembelajaran yang diterapkan dosen menjadi penentu utama efektivitas penggunaan e-book. Mahasiswa yang hanya mengunduh e-book tanpa membacanya secara mendalam tentu tidak akan merasakan peningkatan prestasi akademik yang signifikan.

Selain itu, efektivitas e-book juga bervariasi antar disiplin ilmu. Pada bidang sains dan teknologi yang menuntut akses cepat terhadap informasi teknis dan pembaruan terkini, e-book terbukti sangat membantu. Sebaliknya, pada bidang humaniora yang memerlukan pembacaan mendalam dan reflektif, sebagian mahasiswa masih merasa lebih nyaman menggunakan buku cetak.

Dampak Positif Penggunaan E-Book

Salah satu dampak positif paling nyata dari penggunaan e-book adalah meningkatnya aksesibilitas. Mahasiswa tidak lagi dibatasi oleh jam operasional perpustakaan, keterbatasan jumlah eksemplar, maupun harga buku yang relatif mahal. Bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, akses gratis ke e-book dapat menjadi sarana pemerataan kesempatan dalam memperoleh literatur berkualitas.

Efisiensi waktu juga menjadi keunggulan utama e-book. Dengan fitur pencarian, informasi spesifik dapat ditemukan dalam hitungan detik tanpa harus membuka halaman demi halaman buku fisik. Fitur bookmark dan highlight membantu mahasiswa mengorganisasi materi penting untuk persiapan ujian maupun penulisan karya ilmiah. Bahkan, beberapa e-book dilengkapi kuis interaktif dan konten multimedia yang mampu memperkaya pengalaman belajar.

Dari sudut pandang lingkungan, penggunaan e-book berkontribusi pada pengurangan konsumsi kertas serta jejak karbon dari proses percetakan dan distribusi buku. Hal ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang kini semakin menjadi perhatian di lingkungan kampus. Mahasiswa generasi saat ini umumnya memiliki kesadaran ekologis yang tinggi dan memandang digitalisasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Penulis: Putri Sri Desti Anggraini
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA