Gubernur Banten Andra Soni menerima pemaparan terkait pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang saat melakukan peninjauan lapangan. Program prioritas pemerintah ini disiapkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Banten. (Foto: Ist)PANDEGLANG | BD — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan baru, melainkan upaya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Andra saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (8/6/2026). Menurutnya, program yang digagas pemerintah pusat itu menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat memberikan peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Andra Soni.
Ia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya gratis, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai sehingga peserta didik dapat belajar dan berkembang secara optimal.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Melalui konsep pendidikan berasrama, para siswa diharapkan memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Di Kabupaten Pandeglang, pembangunan Sekolah Rakyat saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres fisik pembangunan telah mencapai 67,71 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026 sebelum mulai beroperasi pada Juli mendatang.
Sekolah tersebut dirancang untuk menampung sekitar 500 siswa dari berbagai wilayah di Provinsi Banten dengan prioritas bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang. Selain ruang kelas, kawasan pendidikan ini juga dilengkapi asrama, gedung serbaguna, kantin, dapur, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, proses penjaringan calon peserta didik terus dilakukan oleh pemerintah melalui verifikasi langsung ke lapangan. Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli, mengatakan proses verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota untuk memastikan program tepat sasaran.
Menurut Farhah, calon siswa yang diprioritaskan berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah tersebut dilakukan agar manfaat Sekolah Rakyat dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka tiga rombongan belajar untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA, dengan kapasitas 30 siswa per rombongan belajar. Saat ini kuota untuk jenjang SMA telah terpenuhi, sedangkan proses seleksi siswa SD dan SMP masih berlangsung.
Andra Soni berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten. Dengan dukungan fasilitas yang lengkap dan sistem pendidikan berasrama, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga. (*)
Tidak ada komentar