Antisipasi Panic Buying, Pemkot Tangsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Idul Adha

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 16:55 12 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan ketersediaan stok bahan pangan strategis dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau Juni 2026. Kepastian ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan masyarakat yang kerap terjadi pada momentum hari besar keagamaan.

Pemkot Tangsel menegaskan bahwa stabilitas pasokan menjadi fokus utama guna mencegah terjadinya panic buying di tengah masyarakat, yang dapat berdampak pada terganggunya distribusi dan kenaikan harga di tingkat pasar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap ketersediaan sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, cabai, serta bawang merah dan bawang putih.

Menurutnya, seluruh komoditas tersebut berada dalam kondisi cukup dan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Adha berlangsung.

“Secara umum stok pangan di Tangerang Selatan dalam kondisi aman dan terkendali. Kami sudah melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi tetap lancar sampai hari H Idul Adha,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, salah satu fokus utama Pemkot Tangsel bukan hanya pada ketersediaan barang, tetapi juga menjaga kestabilan psikologis pasar. Menurutnya, isu kelangkaan yang beredar di masyarakat sering kali menjadi pemicu utama kepanikan pembelian secara berlebihan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat berdampak pada ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, yang pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang.

“Ketika muncul isu kelangkaan, masyarakat cenderung melakukan pembelian dalam jumlah besar. Ini yang ingin kami cegah. Karena itu, kami memastikan informasi stok harus jelas dan transparan agar tidak terjadi kepanikan di pasar,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus berkoordinasi dengan para pelaku distribusi pangan, mulai dari distributor besar, pasar induk, hingga pedagang di tingkat ritel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar tanpa hambatan logistik.

Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap harga dan ketersediaan barang di pasar tradisional maupun modern, termasuk melalui inspeksi langsung ke sejumlah titik strategis.

Dengan langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Adha dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

“Intinya, kami ingin masyarakat tidak perlu panik. Stok aman, distribusi berjalan, dan pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA