Site icon BantenDaily

Asah Mental dan Kognitif, Turnamen Catur Pelajar Banten Dapat Apresiasi dari Wagub Dimyati

Turnamen catur pelajar Banten mendapat apresiasi Wagub Dimyati karena dinilai mampu mengasah mental dan kemampuan kognitif.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Turnamen Catur Piala Pemuda Karya Nasional Provinsi Banten I Tahun 2026. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD Turnamen Catur Piala Pemuda Karya Nasional Provinsi Banten I Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas papan catur. Kompetisi yang mempertemukan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK ini juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan kognitif sekaligus menempa mental peserta.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka turnamen di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/8/2026).

Dimyati menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan ruang bagi pelajar dalam mengembangkan kemampuan melalui olahraga yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Menurutnya, catur dapat menjadi salah satu sarana untuk membentuk kemampuan berpikir generasi muda.

“Kalau generasi muda menguasai catur, insyaallah langkah mereka ke depan akan lebih berhati-hati dan penuh perhitungan,” kata Dimyati.

Ia mengapresiasi Pemuda Karya Nasional bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banten yang telah menghadirkan kompetisi bagi kalangan pelajar. Menurutnya, keberadaan turnamen semacam ini dapat memperluas kesempatan anak-anak dan remaja untuk berlatih sekaligus menguji kemampuan mereka dalam suasana kompetitif.

Bagi peserta, pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental. Mereka tidak hanya dituntut memahami permainan, tetapi juga harus mampu menjaga konsentrasi dan menghadapi tekanan ketika berhadapan dengan lawan.

Hal itu dirasakan Aldy Sunny Chan (14), peserta dari SMP Muhammadiyah IV Tangerang. Ia mengaku senang dapat mengikuti turnamen tersebut karena memperoleh kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus melatih mental dalam pertandingan.

“Lomba catur ini bagus banget karena di sini juga banyak yang baru main. Ini bagus buat pengalaman, apalagi catur adalah salah satu olahraga yang melatih kognitif,” ujar Aldy.

Menurut Aldy, keberagaman kemampuan peserta justru memberikan pengalaman tersendiri. Pemain dapat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda sehingga setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk belajar dan mengevaluasi kemampuan.

Selain aspek kognitif, pengalaman bertanding juga mengajarkan peserta untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi permainan. Setiap langkah membutuhkan konsentrasi, sementara hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada pertandingan berikutnya.

Turnamen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga catur dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi pelajar. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk membangun kepercayaan diri dan sportivitas.

Ketua Pemuda Karya Nasional Provinsi Banten Fredy Siswanto Gurusinga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub Banten dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan kehadiran pimpinan daerah turut meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan turnamen.

Fredy berharap kompetisi catur pelajar dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Semoga ke depan dapat dilangsungkan pertandingan kedua, ketiga, dan seterusnya, seperti yang disampaikan Bapak Dimyati,” tuturnya.

Di sela-sela kegiatan, Dimyati juga menunjukkan dukungannya terhadap peserta muda dengan menyempatkan diri bertanding bersama Olivia Seraphine (7), peserta termuda yang merupakan siswi SD Pahowa Tangerang.

Olivia tampak antusias saat berhadapan langsung dengan Wagub Banten. Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta muda sekaligus menunjukkan bagaimana kompetisi catur dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian dan mental bertanding sejak usia dini.

Melalui turnamen tersebut, olahraga catur diharapkan semakin diminati kalangan pelajar Banten. Selain menjadi wadah kompetisi, catur dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, konsentrasi, mental, dan sportivitas generasi muda. (*)

Exit mobile version