Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan sambutan dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Youth Center Pamulang, Tangsel. Ia mendorong peningkatan cakupan CKG dari target 46 persen menjadi 55 persen di Provinsi Banten. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mencapai 48 persen dan melampaui target Provinsi Banten sebesar 46 persen. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Banten menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan tersebut terus meningkat hingga mencapai 55 persen.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri kegiatan CKG bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Youth Center Pamulang, Senin (24/8/2026).
Andra mengatakan, capaian CKG di Tangsel menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten. Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Target kita 46 persen, kita ingin meningkatkan lagi target 55 persen,” ujar Andra.
Menurutnya, peningkatan target CKG bukan semata-mata untuk mengejar angka cakupan. Pemeriksaan kesehatan gratis dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan.
“Bukan gagah-gagahan, tetapi semakin banyak keluarga kita terdeteksi kondisi kesehatannya, maka upaya-upaya pencegahannya bisa kita lakukan,” katanya.
Andra menilai deteksi dini menjadi salah satu manfaat penting dari pelaksanaan CKG. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Karena itu, Andra mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai mengalami keluhan atau sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan kesehatan. Menurutnya, seseorang yang merasa sehat tetap perlu mengetahui kondisi tubuhnya melalui pemeriksaan kesehatan.
“Setelah memeriksakan kesehatan, kita akan aware (waspada) dengan yang namanya penyakit. Ingat, penyakit itu tidak kenal usia, siapa saja bisa kena,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan CKG di Tangsel, sejumlah kondisi kesehatan juga ditemukan melalui pemeriksaan masyarakat. Di antaranya hipertensi, kadar gula darah tinggi, depresi, serta indikasi tuberkulosis (TBC).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan setiap temuan dari pemeriksaan CKG akan ditindaklanjuti sesuai kondisi kesehatan warga. Pada kegiatan tersebut, misalnya, terdapat dua warga yang terindikasi TBC dan langsung mendapatkan penanganan serta pengobatan.
“Soal CKG di Tangsel ini sudah 48 persen dari target,” ujar Benyamin.
Untuk mengejar target cakupan 55 persen, Andra mengatakan pemerintah provinsi akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan agar semakin aktif memberikan akses pemeriksaan kepada masyarakat.
Pemerintah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara preventif. Dengan cakupan pemeriksaan yang semakin luas, pemerintah berharap lebih banyak kondisi kesehatan warga dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Capaian 48 persen di Tangsel sekaligus menjadi pijakan bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan CKG di Banten. Target 55 persen diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit. (*)
Tidak ada komentar