Atasi Banjir di Bukit Nusa Indah, Pemkot Tangsel Bangun Turap hingga Jalan Inspeksi

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 11:38 9 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah penanganan banjir di kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat, melalui pembangunan infrastruktur pengendali aliran air. Proyek tersebut tidak hanya mencakup pembangunan turap, tetapi juga jalur pedestrian yang sekaligus berfungsi sebagai jalan inspeksi.

Kawasan Bukit Nusa Indah menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pemetaan persoalan banjir. Pembangunan infrastruktur dilakukan untuk memperkuat aliran air sekaligus mendukung pengawasan dan pemeliharaan saluran di kawasan tersebut.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penanganan banjir di Tangsel dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan setiap wilayah.

“Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus melakukan penanganan banjir, salah satunya dengan memperkuat infrastruktur pengendali aliran air seperti pembangunan turap ini. Kami akan terus melakukan pemetaan dan penanganan di titik-titik yang memang membutuhkan,” ujar Pilar, Senin (14/9/2026).

Menurut Pilar, pemetaan titik rawan banjir menjadi bagian penting dalam menentukan bentuk penanganan yang dibutuhkan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat diarahkan pada lokasi yang memiliki persoalan aliran air dan membutuhkan penguatan sistem pengendalian.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Robby Cahyadi, mengatakan pembangunan di Bukit Nusa Indah dilakukan setelah kawasan tersebut masuk dalam pemetaan wilayah yang pernah mengalami banjir.

“Yang di sini (pernah) banjir, tadi disampaikan Bapak RW-nya. Jadi kita bangun turap di samping pedestriannya,” ujar Robby di lokasi pembangunan, Rabu (2/9/2026).

Dalam proyek tersebut, turap dibangun pada sisi kiri dan kanan aliran dengan panjang masing-masing sekitar 102 meter. Total panjang turap mencapai 204 meter.

Selain memperkuat sisi aliran, proyek ini juga menyediakan jalur pedestrian sepanjang sekitar 204 meter. Jalur tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi sehingga dapat mendukung akses untuk pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur pengendali aliran air.

“Ada pagar parapet juga 90 meter, jadi pedestrian di pinggiran turapnya. Ada jalan inspeksi,” kata Robby.

Untuk melengkapi sistem pengendalian aliran air, pembangunan tersebut juga mencakup pagar parapet sepanjang 90 meter serta sejumlah bangunan pelengkap, seperti pintu air dan klep tabok.

Robby mengatakan pekerjaan pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat mendukung penanganan banjir di Bukit Nusa Indah sekaligus memudahkan pemantauan dan pemeliharaan kawasan aliran air. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA