Site icon BantenDaily

Atasi Penumpukan Sampah, KKN Nusantara Kelompok 7 Hadirkan Rocket Stove di Desa Nayagati Lebak

KKN Nusantara Kelompok 7 menghadirkan Rocket Stove di Desa Nayagati sebagai solusi mengatasi penumpukan sampah dan menjaga lingkungan.

Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 7 bersama warga berfoto di depan fasilitas Rocket Stove yang dibangun sebagai upaya mengatasi penumpukan sampah rumah tangga di Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (8/8/2026). (Foto: Ist)

LEBAK | BD — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Kelompok 7 meluncurkan program unggulan berupa Rocket Stove Sampah, sebuah tungku pembakaran yang dihadirkan sebagai upaya membantu mengatasi persoalan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Peresmian fasilitas tersebut berlangsung Sabtu (8/8/2206) yang dihadiri oleh perwakilan perangkat desa, Ketua RT 001/003, serta masyarakat setempat. Kehadiran Rocket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua RT 001/003, Hendra, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Nusantara atas kepedulian dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat Desa Nayagati.

“Sebagai perwakilan warga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan KKN atas dedikasi, waktu, tenaga, materi, serta bantuan yang telah diberikan untuk Rocket Stove ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Menurut Hendra, keberadaan fasilitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu pengelolaan sampah dalam aktivitas sehari-hari.

“Bantuan dari rekan-rekan KKN ini sangat membantu meringankan beban warga dan sangat bermanfaat. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Nusantara Kelompok 7, Irwan, mengatakan pembangunan Rocket Stove merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong terciptanya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan terorganisasi.

“Kami dari KKN Nusantara Kelompok 7 berharap dengan adanya Rocket Stove ini dapat tumbuh kesadaran bersama agar warga membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Langkah ini penting untuk mencegah penumpukan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan di masa mendatang,” katanya.

Memasuki akhir masa pengabdian, Irwan menekankan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan dan perawatan fasilitas tersebut. Ia berharap Rocket Stove tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kampung Babakan Girang dan wilayah sekitarnya.

“Sisa 13 hari lagi kami bertugas di sini. Setelah kami meninggalkan Desa Nayagati, kami berharap warga yang hadir dapat saling menyampaikan informasi kepada masyarakat lainnya agar fasilitas Rocket Stove ini terus dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal, meskipun masa KKN kami telah berakhir,” tutup Irwan.

Melalui program ini, KKN Nusantara Kelompok 7 berharap Rocket Stove dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan di Desa Nayagati.

Kontributor: Syabila Assafa. (*)

Exit mobile version