Banjir Belum Surut, PMI Kabupaten Tangerang Intensifkan Evakuasi dan Distribusi Logistik

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 20:43 22 Nazwa

TANGERANG | BD – Tim sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang terus berusaha menyelamatkan korban banjir. Di wilayah Kecamatan Sukamulya dan Kecamatan Kresek, para sukarelawan bekerja keras tanpa henti untuk mengungsikan penduduk ke tempat yang lebih selamat setelah rumah mereka tergenang air.

Dengan menggunakan perahu karet dan berkoordinasi bersama ketua RT serta RW setempat, tim sukarelawan memeriksa pemukiman yang masih terkena dampak banjir. Beberapa warga diketahui masih tinggal di rumah mereka karena berbagai sebab, seperti khawatir meninggalkan hewan kesayangan atau peralatan rumah tangga yang dianggap berharga.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Suparji Rustam, menyatakan bahwa instruksi dari Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, diberikan dengan jelas dan tegas kepada semua sukarelawan di berbagai level untuk tetap siap siaga. PMI telah bersiap sejak seminggu sebelumnya, ketika banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kami fokus menangani beberapa lokasi kecamatan, seperti Kronjo, Sukamulya, Kresek, dan Kemiri. Di tempat-tempat itu, kondisi banjir masih memerlukan bantuan, pengungsian, serta pasokan logistik untuk penduduk yang terpengaruh,” kata Rustam, Senin (26/1).

Rustam menjelaskan bahwa di Desa Legok, Kecamatan Kemiri, tercatat 540 keluarga di empat RT terdampak banjir, yaitu RT 10, 11, 12, dan 14. Tinggi air berkisar antara 30 hingga 160 sentimeter dan masih menggenangi permukiman warga.

“Hasil penilaian lapangan menunjukkan banjir disebabkan oleh hujan deras selama beberapa hari, ditambah dengan meluapnya Sungai Cipasilian. Sungai ini menghubungkan Kecamatan Kemiri, Sukamulya, dan Kronjo, sehingga dampaknya terasa di daerah-daerah tersebut,” jelasnya.

Selain mengungsikan warga, PMI juga membagikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama banjir berlangsung.

“Bantuan seperti makanan siap makan, mie instan, beras, dan telur kami distribusikan melalui ketua RT dan RW untuk dikelola secara mandiri,” tegas Rustam.

Ia menambahkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan semua pihak terkait agar prosesnya cepat dan efisien.

“PMI bersama relawan lain seperti BPBD, Tagana, serta elemen masyarakat lainnya terus siaga di lokasi untuk membantu penduduk yang terkena banjir,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA