TANGERANG | BD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka sekaligus memantau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di Kecamatan Pagedangan, Jumat (11/9/2026).
Sebanyak 400 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di wilayah tersebut. Layanan yang diberikan tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga dilengkapi dengan pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi paru-paru sekaligus mendeteksi kemungkinan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Maesyal mengatakan, pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan cek kesehatan gratis di Kecamatan Pagedangan. Ada sekitar 400 masyarakat yang diperiksa, termasuk pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi paru-paru dan mendeteksi TBC,” ujar Maesyal Rasyid.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi berbagai penyakit sejak dini. Dengan deteksi lebih awal, masyarakat dapat segera memperoleh penanganan apabila ditemukan keluhan maupun indikasi penyakit.
“Ini bagian dari upaya kita untuk mendeteksi penyakit lebih awal. Kalau ditemukan gejala atau indikasi penyakit, masyarakat bisa segera mendapatkan penanganan dan pengobatan,” jelasnya.
Maesyal menambahkan, layanan CKG di Kabupaten Tangerang tidak hanya dilaksanakan di kantor kecamatan. Program tersebut juga menyasar sekolah-sekolah dan terintegrasi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, RSUD, serta rumah sakit swasta yang menjadi mitra pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah keluhan dan penyakit ditemukan dari hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat. Beberapa di antaranya yakni batuk, hipertensi atau tekanan darah tinggi, serta diabetes.
Ia menilai, pemeriksaan seperti CKG dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara lebih cepat. Terlebih, pemeriksaan rontgen yang tersedia dalam kegiatan tersebut dapat memperkuat upaya deteksi dini terhadap gangguan paru-paru dan TBC.
“Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Kalau sejak awal ditemukan gejala atau indikasi penyakit paru-paru, bisa segera ditangani dan diberikan pengobatan serta edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
