Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Jayanti, Pembangunan Tanggul Sungai Cidurian Jadi Prioritas

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Jan 2026 18:58 18 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan inspeksi langsung ke area yang terkena banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Selama kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya memberikan bantuan bahan pokok, tetapi juga turut membantu memasak bersama para ibu di dapur umum dan berbagi makan bersama korban banjir. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 16 Desember 2026.

Bupati Tangerang datang bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kedatangan pemimpin tertinggi Kabupaten Tangerang itu disambut dengan antusias oleh warga setempat.

“Hari ini, bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, dan Pak Camat, alhamdulillah kami bisa bertatap muka langsung dengan penduduk di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk menilai situasi banjir di daerah ini secara langsung,” kata Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam percakapan dengan warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengajukan beberapa langkah penanganan banjir, termasuk pembuatan tanggul di Sungai Cidurian dan konstruksi pintu air yang menghubungkan Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri.

“Warga tadi menyampaikan bahwa salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangun tanggul di Sungai Cidurian dan membuat pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri. Permintaan ini akan segera kami diskusikan dan laksanakan yang paling menguntungkan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proyek tanggul dan pintu air tersebut membutuhkan persetujuan dan koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena sungai besar berada di bawah wewenang pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha agar pembangunan pintu air bisa diwujudkan lebih cepat.

“Semoga ini bisa kita capai pada tahun 2026, paling telat 2027. Kami meminta doa dari masyarakat agar langkah ini bisa segera terlaksana sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari belakangan, pihaknya terus mengawasi dan turun ke lapangan di berbagai daerah yang terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak sekadar datang, bertemu warga, lalu pergi, tetapi mendengarkan keluhan mereka dan mengikutinya,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa secara umum, banjir telah memengaruhi 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, meliputi 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah korban sekitar 14 ribu keluarga atau 62 ribu orang.

“Ini adalah tanggung jawab bersama, dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga elemen Muspika dan Muspida. Saya berterima kasih atas kolaborasi dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menegaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa ditangani oleh Pemkab Tangerang sendirian, melainkan harus melibatkan berbagai pihak sesuai dengan kewenangan dan peraturan hukum.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai besar dan cabangnya adalah tanggung jawab pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk saluran drainase perumahan dan sungai kecil, itu menjadi wewenang pemerintah daerah dan akan terus kami kerjakan,” jelas Iwan.

Ia menambahkan bahwa banjir bukan hanya disebabkan oleh masalah drainase, tetapi juga perubahan fungsi lahan, penurunan area penampung air di daerah hulu, serta sikap masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan.

“Penyelesaian ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembuatan kolam penampung di wilayah hulu dan tengah. Semua ini akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga perlu mengubah kebiasaannya agar lebih memperhatikan lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA