Site icon BantenDaily

Bupati Tangerang: UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tembus 5,67 Persen

Bupati Tangerang sebut UMKM jadi motor ekonomi daerah yang tumbuh 5,67 persen, didorong program pemberdayaan dan pelatihan usaha.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan UMKM Keripik Baby Crab di Kecamatan Sukadiri. Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini mencapai 5,67 persen. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Usaha Keripik Baby Crab yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang di Aula Kantor Kecamatan Sukadiri, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.

Ia menekankan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan warga, tetapi juga pada peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama PKK memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pendapatan, aktivitas ekonomi, serta mengembangkan usaha masyarakat agar lebih mandiri,” ujar Maesyal Rasyid.

Bupati juga mengungkapkan capaian positif pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini berada di angka 5,67 persen. Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tingkat Provinsi Banten maupun nasional.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi aktif pelaku UMKM yang terus berkembang di berbagai sektor, termasuk olahan hasil perikanan seperti keripik baby crab.

Melalui program pelatihan dan pemberdayaan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap UMKM semakin naik kelas, mampu bersaing, serta berkontribusi lebih besar terhadap penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Exit mobile version