TANGERANG | BD – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti di bawah Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang kembali membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I Tahun 2026. Pada program kali ini, BLK Jayanti menghadirkan tujuh program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, mulai dari bidang kuliner hingga teknik.
Tujuh program pelatihan yang dibuka yakni Barista, Bahasa Korea, Practical Office Advanced, Operator Forklift, Las Listrik, Desainer Multimedia Muda, serta Bahasa Jepang.
Kepala BLK Jayanti, Bambang Dwi Purwanto, mengatakan bahwa variasi program pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pilihan keterampilan yang relevan bagi para pencari kerja di Kabupaten Tangerang.
“Pada gelombang pertama tahun 2026 ini kami membuka tujuh bidang pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan peluang kerja saat ini,” ujarnya.
Program PBK ini diikuti oleh 128 peserta yang telah lolos seleksi melalui tahapan psikotes dan wawancara. Para peserta kemudian mengikuti pelatihan berbasis teori dan praktik yang disesuaikan dengan masing-masing jurusan.
Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pembinaan fisik dan disiplin mental (FDM) yang bekerja sama dengan TNI. Program ini bertujuan membentuk karakter peserta agar lebih disiplin, tangguh, dan siap menghadapi dunia kerja.
Salah satu peserta, Putri, warga Kecamatan Jayanti yang mengikuti pelatihan Barista, mengaku antusias dengan materi yang diberikan.
“Materinya seru dan mudah dipahami, jadi sangat membantu untuk belajar,” ungkapnya.
Ia juga menilai keberagaman jurusan pelatihan memberikan banyak pilihan bagi peserta sesuai minat dan bakat masing-masing.
Program ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti tempat tinggal (mes), seragam pelatihan, makan siang, serta uang saku bagi peserta selama masa pelatihan berlangsung.
Melalui pembukaan tujuh program pelatihan ini, BLK Jayanti berharap dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten, terampil, dan memiliki daya saing tinggi di dunia industri maupun usaha mandiri.
“Harapan kami, peserta bisa siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri,” pungkas Bambang. (*)
Tidak ada komentar