Dari Mainframe ke Ultrabook: Perkembangan Komputer hingga Era Digital

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Des 2025 16:06 112 Redaksi

OPINI | BD — Perkembangan komputer sejak pertengahan abad ke-20 hingga era digital saat ini menunjukkan lompatan teknologi yang sangat signifikan. Dari mesin mainframe berukuran satu ruangan penuh hingga ultrabook tipis yang mudah dibawa ke mana saja, inovasi di bidang komputasi terus mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi.

Evolusi komputer tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk fisik, tetapi juga mencerminkan pergeseran kebutuhan manusia akan kecepatan, efisiensi, dan mobilitas dalam kehidupan modern.

Mainframe: Awal Revolusi Komputasi Modern

Pada periode 1950–1970-an, komputer dikenal dalam bentuk mainframe—mesin berukuran sangat besar yang membutuhkan ruang khusus, sistem pendingin, serta konsumsi listrik yang tinggi. Komputer jenis ini umumnya digunakan untuk kebutuhan komputasi skala besar, seperti pengolahan data pemerintahan, sistem perbankan, dan riset ilmiah.

Meski terkesan kuno, mainframe dikenal sangat stabil, aman, dan mampu menangani jutaan transaksi dalam waktu singkat. Bahkan hingga saat ini, sejumlah institusi keuangan dan perusahaan besar masih mengandalkan sistem mainframe sebagai tulang punggung operasional mereka.

Komputer Pribadi: Teknologi Masuk ke Rumah

Memasuki dekade 1980-an, dunia menyaksikan lahirnya Personal Computer (PC). Ukuran perangkat semakin kecil, harga menjadi lebih terjangkau, dan penggunaannya meluas ke rumah, sekolah, serta perkantoran skala kecil. Perusahaan seperti IBM dan Apple, disusul Microsoft melalui sistem operasi Windows, menjadi pionir penting dalam era ini.

Kehadiran PC menandai perubahan besar dalam sejarah teknologi: komputer tidak lagi menjadi alat eksklusif milik institusi besar, melainkan mulai menjadi perangkat produktivitas masyarakat umum.

Laptop: Mobilitas Menjadi Kebutuhan Utama

Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, meningkatnya kebutuhan mobilitas mendorong berkembangnya komputer jinjing atau laptop. Meski generasi awal laptop tergolong berat dan memiliki daya baterai terbatas, teknologi ini dengan cepat berevolusi.

Laptop menjadi solusi ideal bagi pelajar, profesional, dan pebisnis yang membutuhkan fleksibilitas kerja. Perlahan namun pasti, laptop mulai menggantikan peran PC desktop di banyak sektor karena kepraktisan dan kemudahan penggunaannya.

Ultrabook: Simbol Era Digital yang Cepat dan Ringkas

Sejak sekitar tahun 2011, muncul kategori perangkat baru yang dikenal sebagai ultrabook. Istilah ini dipopulerkan oleh Intel untuk menggambarkan laptop yang sangat tipis, ringan, namun tetap memiliki performa tinggi.

Ciri utama ultrabook antara lain:

  • Bobot ringan (umumnya di bawah 1,5 kilogram)
  • Desain bodi tipis dan elegan
  • Penggunaan prosesor hemat daya
  • Penyimpanan berbasis SSD untuk kinerja cepat
  • Daya tahan baterai yang lebih lama

Ultrabook menjadi simbol era digital yang menuntut kecepatan, mobilitas, dan efisiensi. Kehadirannya mendukung gaya kerja modern seperti remote working, digital nomad, serta sistem pembelajaran hybrid dan daring.

Transformasi Lanjutan: AI, Cloud, dan Komputasi Masa Depan

Perkembangan komputer tidak berhenti pada ultrabook. Saat ini, teknologi komputasi semakin terintegrasi dengan berbagai inovasi mutakhir, seperti:

  • Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
  • Cloud computing
  • Edge computing
  • Komputasi kuantum (quantum computing)

Perangkat komputer kini tidak hanya berfungsi sebagai alat input dan output, tetapi juga sebagai sistem cerdas yang mampu menganalisis data, mengambil keputusan, dan bekerja secara otomatis. Banyak aktivitas manusia kini dibantu—bahkan digantikan—oleh algoritma dan sistem digital.

Kesimpulan

Perjalanan komputer dari mainframe hingga ultrabook menunjukkan bahwa evolusi teknologi bukan sekadar soal penyusutan ukuran perangkat, melainkan juga perubahan cara hidup manusia. Dari mesin raksasa yang memenuhi satu ruangan hingga perangkat tipis yang dapat dibawa ke mana saja, komputer telah menjadi fondasi utama peradaban digital.

Transformasi ini menegaskan satu hal penting: teknologi akan terus bergerak menuju perangkat yang lebih cepat, lebih efisien, dan semakin dekat dengan kebutuhan manusia modern.

Penulis: Nia Rifa Darina Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA