Dorong Pemimpin Melek Teknologi, Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan AI di Sentul

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Des 2025 00:00 137 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tanggap dalam mengintegrasikan teknologi. Tujuannya adalah menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi warganya.

Dalam upaya mempercepat inovasi pelayanan, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, bersama Wakil Wali Kota, H. Maryono, dan Sekretaris Daerah, H. Herman Suwarman, mengajak para pemimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk secara proaktif menyambut perubahan. Fokus utamanya adalah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama transformasi layanan publik.

Ajakan ini disampaikan saat pembukaan Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI) bagi Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Tangerang, yang diselenggarakan di Sentul, Bogor, pada Kamis (04/12/2025).

Wali Kota Sachrudin menekankan bahwa di era digital saat ini, seorang pemimpin harus melengkapi intuisi dan pengalaman dengan kemampuan memanfaatkan teknologi.

“Di era digital, pemimpin tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengalaman semata. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk menganalisis data, mengidentifikasi tren, dan memprediksi kebutuhan masyarakat,” ujar Sachrudin. “Dari sinilah akan lahir inovasi yang benar-benar mempermudah masyarakat.”

Ia menegaskan bahwa inisiatif perubahan harus dimulai dari level pimpinan dengan menciptakan budaya kerja yang terbuka terhadap teknologi dan berbasis data. Menurutnya, mengadopsi AI bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan.

“Teknologi AI bukan lagi konsep masa depan, melainkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Pemimpin yang berwawasan maju akan melihat AI sebagai peluang besar untuk peningkatan pelayanan, bukan sebagai penghalang,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Sachrudin berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi setiap perangkat daerah untuk menjadi lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi. Harapannya, inovasi pelayanan dapat segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Saya berharap setelah pelatihan ini, teknologi AI dapat benar-benar diintegrasikan ke dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tujuannya bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan inovatif,” pungkasnya.

Pelatihan ini turut didukung oleh narasumber dan fasilitator dari PT Lentera Bangsa Benderang (BINAR), sebuah lembaga pendidikan non-formal yang berfokus melahirkan talenta digital yang kompeten. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA