KOTA TANGSEL | BD – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk melihat kembali perkembangan ekonomi daerah sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sepanjang periode 2025 hingga pertengahan 2026, sejumlah indikator menunjukkan perekonomian Tangerang Selatan tetap bergerak positif. Pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, hingga penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi bagian dari capaian yang disoroti Pemkot Tangsel dalam momentum kemerdekaan tahun ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, yang mewakili Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengatakan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan pembangunan daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas usaha, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan II 2025 mencapai 5,24 persen secara year-on-year. Investasi pun terus mengalir melampaui target, dengan realisasi Rp9,07 triliun pada 2024. Dampaknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil kita tekan hingga ke angka 5,09 persen,” ujar Asep dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Pertumbuhan Ekonomi Beriringan dengan Penyerapan Tenaga Kerja
Pertumbuhan ekonomi Tangsel sebesar 5,24 persen pada triwulan II 2025 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Asep menyebut capaian tersebut berjalan beriringan dengan perkembangan investasi yang turut menopang aktivitas ekonomi. Realisasi investasi yang mencapai Rp9,07 triliun menunjukkan geliat ekonomi daerah masih menjadi salah satu kekuatan dalam pembangunan Tangerang Selatan.
Dampaknya terlihat pada sektor ketenagakerjaan. TPT Tangsel berhasil ditekan menjadi 5,09 persen.
Penurunan angka pengangguran tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi dan investasi di daerah tidak hanya menghasilkan perputaran ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk masuk ke pasar kerja.
Investasi Jadi Salah Satu Penggerak Ekonomi
Masuknya investasi menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Tangsel. Pemerintah daerah terus mendorong iklim investasi yang mampu mendukung perkembangan sektor usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Realisasi investasi sebesar Rp9,07 triliun pada 2024 yang melampaui target menjadi salah satu capaian yang kembali disoroti dalam evaluasi kinerja daerah.
Bagi Tangsel, investasi tidak sekadar dipandang dari besarnya nilai modal yang masuk. Keberadaannya juga diharapkan memberikan efek lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan.
Kemiskinan Masih Jadi Perhatian
Meski indikator ekonomi menunjukkan perkembangan positif, Pemkot Tangsel tetap menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari evaluasi pembangunan.
Saat ini, angka kemiskinan Tangsel tercatat sebesar 2,36 persen atau menjadi yang terendah di Provinsi Banten.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata, terutama oleh kelompok masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.
Pemkot Tangsel juga memperoleh apresiasi sebagai Terbaik III Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Evaluasi
Momentum HUT ke-81 RI tidak hanya dimaknai sebagai perayaan atas kemerdekaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pembangunan daerah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Asep mengajak masyarakat Tangsel untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui semangat gotong royong dan partisipasi aktif.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran dalam mengawal kebijakan, menyampaikan aspirasi, serta memastikan berbagai program berjalan sesuai kebutuhan.
“Kemerdekaan sejati berarti warga yang aktif, kritis, dan turut mengawasi jalannya pembangunan daerah. Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 RI ini sebagai ruang refleksi agar pelayanan dan pembangunan ke depan semakin tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)
