Forum NAFEF 2026 Bahas Strategi Efisiensi Bahan Bakar dan Pengembangan Sustainable Aviation Fuel

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Jul 2026 18:43 19 Nazwa

TANGERANG | BD — National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 menjadi ajang kolaborasi para pemangku kepentingan industri penerbangan untuk membahas strategi efisiensi bahan bakar sekaligus mendorong pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai solusi jangka panjang menuju penerbangan yang lebih berkelanjutan. Forum yang diinisiasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) itu digelar di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, penyedia layanan navigasi, penyedia energi aviasi, produsen pesawat, akademisi, pengamat penerbangan, hingga kalangan pilot guna merumuskan langkah konkret meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar di sektor penerbangan.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa ketahanan industri penerbangan hanya dapat dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, efisiensi bahan bakar kini menjadi isu strategis di tengah dinamika geopolitik, fluktuasi harga avtur, serta meningkatnya tuntutan pengurangan emisi karbon.

“Efisiensi bahan bakar tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, maskapai, produsen pesawat, penyedia energi, hingga profesi pilot. Melalui NAFEF 2026, kami ingin mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan bersama untuk mewujudkan penerbangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” kata Avirianto.

Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav terus melakukan transformasi operasional melalui penerapan Free Route Operations (FRTO), Continuous Climb Operations (CCO), Continuous Descent Operations (CDO), direct routing, serta optimalisasi pengelolaan lalu lintas udara untuk mengurangi waktu tunggu pesawat di udara. Berbagai inovasi tersebut membantu maskapai menghemat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia juga mempercepat implementasi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan navigasi penerbangan. Sistem ini mengintegrasikan data operasional penerbangan sehingga pengelolaan arus lalu lintas udara menjadi lebih kolaboratif, prediktif, dan efisien.

Selain membahas strategi efisiensi bahan bakar, forum ini turut mengangkat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan. NAFEF 2026 menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, Ikatan Pilot Indonesia, serta pengamat penerbangan Alvin Lie.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt. Muammar Reza Nugraha, mengatakan NAFEF menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat operasional.

“Forum ini menjadi wadah bagi seluruh stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan efisiensi bahan bakar. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menghasilkan penerbangan yang semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai NAFEF 2026 menjadi forum yang tepat karena mempertemukan seluruh pihak yang memiliki peran dalam efisiensi bahan bakar penerbangan. Menurutnya, pembahasan mengenai Sustainable Aviation Fuel menjadi langkah positif dalam mendukung keberlanjutan industri penerbangan di masa depan.

Melalui penyelenggaraan NAFEF 2026, AirNav Indonesia menegaskan komitmennya sebagai katalis kolaborasi industri untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional guna mewujudkan sistem penerbangan Indonesia yang semakin aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA