Hari Kelima Pencarian 5 Jurnalis, SAR Fokus Sisir Perairan Pulau Sertung

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 18:28 18 Nazwa

PANDEGLANG | BD — Memasuki hari kelima pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran pada Sabtu (12/9/2026). Kali ini, pencarian difokuskan di perairan sekitar Pulau Sertung, termasuk area yang berkaitan dengan titik terakhir rombongan dilaporkan lost contact.

Polda Banten bersama unsur SAR gabungan mengerahkan kapal patroli KP Sanjaya dari Pelabuhan Pelindo Ciwandan menuju wilayah Pulau Sertung. Jarak perjalanan menuju lokasi mencapai sekitar 40 mil laut, dengan total perjalanan pergi-pulang sekitar 80 mil laut.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, penyisiran hari kelima dilakukan untuk memantau wilayah perairan sekitar Pulau Sertung sekaligus mengantisipasi kemungkinan ditemukannya benda atau puing kapal yang berkaitan dengan rombongan.

“Pagi hari ini kita melakukan pencarian hari kelima. Dari Pelabuhan Ciwandan kita menuju Pulau Sertung dengan jarak kurang lebih 40 mil. Nanti perjalanan pergi dan kembali kurang lebih 80 mil,” ujar Hengki.

Menurut Hengki, personel tidak melakukan aktivitas turun ke Pulau Sertung karena mempertimbangkan faktor keselamatan. Terlebih, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

“Kita memantau secara umum situasi yang ada di sekitar laut. Kita juga mengantisipasi kemungkinan adanya benda-benda atau puing kapal serta berkoordinasi dengan para nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Pencarian Tetap Perhatikan Zona Bahaya

Operasi pencarian dilakukan dengan mengikuti arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Status Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III atau Siaga membuat tim SAR harus memperhatikan batas aman di sekitar kawah aktif.

“Radiusnya masih zona yang berbahaya. Kita mengikuti arahan PVMBG yang memantau Level III atau Siaga, sehingga ada batas radius 3 kilometer yang harus kita patuhi,” ungkap Hengki.

Karena itu, penyisiran dilakukan dari wilayah perairan dengan tetap mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau, cuaca, serta keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Dua Life Jacket Dipastikan Bukan Milik KM Arupadatu 1

Sementara itu, dua life jacket yang ditemukan dalam beberapa hari pelaksanaan operasi SAR dipastikan bukan merupakan perlengkapan keselamatan milik KM Arupadatu 1.

Hengki mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan konfirmasi kepada pemilik kapal, Sandi Wiarsa.

“Untuk penemuan pertama, satu life jacket dan pelampung warna putih, setelah kita konfirmasi kepada pemilik kapal, Bapak Sandi Wiarsa, bukan merupakan sarana keselamatan yang dimiliki kapal Arupadatu 1. Termasuk penemuan pada hari keempat, satu life jacket juga sudah dikonfirmasi dan bukan milik kapal tersebut,” jelasnya.

Dengan hasil konfirmasi tersebut, kedua life jacket yang ditemukan belum dapat dikaitkan dengan rombongan KM Arupadatu 1 yang masih dalam pencarian.

Basarnas Koordinasikan Sektor Pencarian

Pembagian sektor pencarian hari kelima tetap dikoordinasikan oleh Basarnas. Sejumlah unsur SAR gabungan bergerak sesuai sektor dan tugas masing-masing.

Unsur yang terlibat antara lain TNI Angkatan Laut, Basarnas, kepolisian, serta nelayan tradisional.

“Untuk pembagian sektor sudah diatur oleh Basarnas. Beberapa sektor dan kapal bergerak sesuai pembagian tugas, termasuk dari Angkatan Laut, Basarnas dan nelayan tradisional,” kata Hengki.

Pola pencarian terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, keselamatan personel, serta informasi terbaru yang diperoleh selama operasi berlangsung.

Polda Banten berharap pencarian hari kelima dapat membuahkan hasil dan keberadaan lima jurnalis beserta rombongan KM Arupadatu 1 segera diketahui.

“Kami berharap kegiatan di hari kelima pencarian ini dapat membuahkan hasil. Yang paling utama, kami berharap mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kita semua terus berdoa untuk itu,” tutup Hengki. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA