Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Dibantah, Gubernur Banten Imbau Masyarakat Tak Panik

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Apr 2026 12:02 11 Nazwa

KOTA SERANG | BD – Gubernur Banten, Andra Soni, menyerukan agar warga tetap waspada dan menghindari aksi pembelian berlebih atau berkerumun di pompa bensin untuk memborong bahan bakar minyak.

Pihak pemerintah pusat telah menegaskan bahwa tarif BBM, baik yang disubsidi maupun tidak, tidak akan naik setelah beredarnya kabar penyesuaian harga pada 1 April 2026.

“Mulai hari esok, tarifnya masih sama seperti sebelumnya, jadi warga tak usah khawatir berlebihan atau berdesak-desakan di SPBU, apalagi menyimpan stok BBM secara berlebihan,” ungkap Andra Soni saat berada di Kota Serang pada Selasa (31/3/2026).

Andra Soni menyampaikan ucapan terima kasih kepada otoritas pusat atas keputusan mempertahankan harga BBM tanpa perubahan.

Langkah ini dianggap efektif dalam menjaga keseimbangan perekonomian warga, terutama di tengah gejolak situasi dunia.

“Pemerintah Daerah Banten sepenuhnya mendukung sikap pemerintah pusat yang memilih tidak menaikkan harga BBM,” tambahnya.

Andra Soni juga menyebut bahwa pemerintah pusat lewat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengeluarkan instruksi gabungan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina terkait rumor kenaikan harga BBM tersebut.

Hasil dari instruksi itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan warga Indonesia.

“Ini merupakan kebijakan yang sangat positif dari pemerintah pusat sesuai arahan Pak Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Karena itu, Andra Soni kembali mengingatkan warga Banten agar tidak terbawa oleh berita hoaks seputar kenaikan harga BBM per 1 April 2026.

Ia mengharapkan agar klarifikasi dari pemerintah memberikan pencerahan yang tepat, jelas, dan menghilangkan kekhawatiran berlebih di kalangan masyarakat.

Gubernur tersebut juga menyatakan dukungannya terhadap aturan Work From Home (WFH) dari pemerintah pusat.

Kebijakan WFH ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk menghemat energi, termasuk pengurangan pemakaian BBM.

Ia langsung memerintahkan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten untuk ikut serta dalam upaya penghematan energi dengan membatasi pergerakan yang tidak esensial.

ASN diwajibkan menjadi panutan bagi publik dalam menghindari pemborosan.

“Kami ikut mendukung penerapan WFH, terutama pada hari Jumat. ASN diharapkan bisa menghemat BBM dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Untuk catatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah menyatakan secara resmi bahwa besok, 1 April 2026, tidak ada penyesuaian harga untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Pemerintah selalu menempatkan kepentingan rakyat Indonesia sebagai yang utama dalam setiap kebijakan, termasuk urusan BBM.

“Jadi, kami ingin tekankan bahwa usai koordinasi antara pemerintah, Kementerian ESDM, Pertamina, dan atas bimbingan Pak Presiden, Pak Presiden selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan,” jelas Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta hari ini. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA