KOTA SERANG | BD — Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan kekuatannya dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Banten 2025 dengan berhasil merebut Piala Bergilir Juara Umum. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12-13 Juli 2025 di Kota Serang, menjadi ajang bagi atlet catur dari berbagai daerah di Banten untuk unjuk kemampuan.
Kontingen Kabupaten Tangerang berhasil mengumpulkan total 22 medali, yang terdiri dari 8 medali emas, 6 medali perak, dan 8 medali perunggu, dari 14 kategori pertandingan yang mencakup putra, putri, dan veteran. Keberhasilan ini menjadi kebangkitan bagi mereka setelah tahun lalu hanya menempati posisi kedua, kalah dari Kota Tangerang. Sebelumnya, Kabupaten Tangerang telah meraih gelar juara umum selama delapan tahun berturut-turut.
Kompetisi ini diadakan di Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten dan diikuti oleh 100 atlet dari Percasi Kabupaten Tangerang, yang berpartisipasi dalam berbagai kategori pertandingan.
“Alhamdulillah, kami berhasil membawa pulang piala bergilir untuk yang kesembilan kalinya. Ini menunjukkan bahwa pembinaan catur di Kabupaten Tangerang terus menunjukkan hasil yang signifikan,” ungkap Hendra, S.AP, WN, Ketua Percasi Kabupaten Tangerang, pada penutupan kejuaraan, Minggu, 13 Juli 2025.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Manajer Tim, Serka Ucu Sidik Riyanto. Ia menekankan bahwa perjuangan keras para atlet selama dua hari kompetisi membuahkan hasil yang sesuai harapan. “Para atlet telah memberikan yang terbaik untuk bisa membawa pulang piala juara umum,” ujarnya.
Kejurprov yang diselenggarakan oleh Pengurus Percasi Banten ini menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet muda yang akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Mamuju, Sulawesi Barat, pada bulan September 2025. Untuk itu, Percasi Kabupaten Tangerang telah menyeleksi dan mengirimkan 100 atlet terbaik hasil dari pembinaan jangka panjang.
Hendra menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan. Mereka telah menerapkan sistem pembinaan yang berjenjang, dimulai dari usia dini hingga tingkat profesional. Latihan rutin, kompetisi internal, dan simulasi pertandingan dilakukan secara konsisten untuk membentuk mental dan keterampilan juara.
“Simulasi pertandingan dan pendampingan pelatih sangat penting untuk membentuk mental para atlet agar tetap tangguh di arena kompetisi,” tambah Hendra.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah, serta Sekretaris Daerah Soma Atmaja yang juga menjabat sebagai Pembina Percasi Kabupaten Tangerang. Ketua KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu, juga mendapat ucapan terima kasih.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan cabang olahraga prestasi, termasuk catur,” tegasnya.
Hendra juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, orang tua, pelatih, ofisial tim, dan pengurus Percasi Kabupaten Tangerang yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini.
Capaian di Kejurprov ini menjadi bekal penting menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten. Kabupaten Tangerang menargetkan untuk terus mendominasi di tingkat provinsi dan meningkatkan prestasi di level nasional.
“Program latihan akan kami perkuat, baik dari segi jumlah maupun kualitas, termasuk peningkatan sarana pelatihan yang mendukung perkembangan atlet,” ujar Hendra.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar medali atau piala, tetapi juga menjadi simbol dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi antara atlet, pelatih, orang tua, dan pemerintah daerah. Dengan semangat yang terus menyala, Kabupaten Tangerang siap melangkah lebih jauh dan membawa nama Banten ke tingkat nasional. Keberhasilan ini membuktikan bahwa catur bukan hanya permainan strategi di papan, tetapi juga hasil dari strategi besar dalam pembinaan olahraga berprestasi. (*)
Tidak ada komentar