Kapolda Banten: PAMAPTA Akan Menjadi Wajah Terdepan Polri

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Okt 2025 14:11 249 Nazwa

SERANG | BD — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa kehadiran Perwira Samapta (PAMAPTA) akan menjadi wajah terdepan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Launching PAMAPTA dan pembentukan Tim Negosiator Polda Banten serta Polres jajaran yang digelar di lapangan Polda Banten, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Banten itu, Kapolda menyampaikan bahwa pembentukan PAMAPTA merupakan bagian dari langkah strategis transformasi kelembagaan Polri menuju organisasi yang Presisi, responsif, dan humanis.

“Kegiatan launching ini memiliki makna penting dalam upaya transformasi kelembagaan Polri. Sesuai Keputusan Kapolri Nomor Kep/1438/IX/2025 dan Surat Kapolri Nomor B/19996/X/KEP./2025, perubahan nomenklatur dari Kepala Unit SPK menjadi Perwira Samapta (PAMAPTA) bukan sekadar administratif, melainkan penguatan fungsi pelayanan kepolisian terpadu,” ujar Irjen Pol Hengki.

Kapolda menjelaskan bahwa PAMAPTA akan menjadi garda depan dalam interaksi Polri dengan masyarakat—mulai dari penerimaan laporan, pelayanan pertama di tempat kejadian perkara (TKP), pengurusan surat kepolisian, hingga patroli dan pengamanan kegiatan publik.

“Tugas ini menuntut profesionalisme, disiplin, ketegasan, serta empati. PAMAPTA harus menjadi problem solver, bukan hanya penerima laporan. Karena di tangan rekan-rekanlah, citra Polri pertama kali terbentuk di mata masyarakat,” tegasnya.

Selain meluncurkan PAMAPTA, Polda Banten juga meresmikan Tim Negosiator yang terdiri dari personel Polwan berpangkat Pama dan Bintara terlatih. Tim ini dibentuk untuk mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif dalam menghadapi potensi konflik sosial, aksi unjuk rasa, serta dinamika masyarakat.

“Pembentukan Tim Negosiator merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri. Kita harus selalu mengedepankan dialog, komunikasi efektif, dan pengendalian diri, dengan tetap melindungi hak asasi manusia dan menjaga stabilitas kamtibmas,” tutur Kapolda.

Dalam arahannya, Irjen Pol Hengki menyampaikan empat poin penting kepada seluruh personel PAMAPTA dan Tim Negosiator:

1. Laksanakan tugas dengan tanggung jawab, empati, dan integritas untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

2. Tingkatkan kemampuan teknis dan komunikasi taktis, serta kuasai SOP dan teknologi pendukung.

3. Perkuat sinergi antar fungsi, menjadi penghubung antara Samapta, Intelkam, Reskrim, dan Lantas.

4. Jaga citra dan marwah Polri, hindari arogansi, dan tanamkan budaya melayani sepenuh hati.

Kapolda Banten juga mengapresiasi seluruh personel yang telah mempersiapkan kegiatan ini, termasuk penyusunan sistem kerja dan pola pelatihan.

“Dengan hadirnya PAMAPTA dan Tim Negosiator di jajaran Polda Banten, saya berharap pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan humanis. Semoga kepercayaan publik kepada Polri terus meningkat,” tutup Irjen Pol Hengki.

Peluncuran PAMAPTA dan Tim Negosiator ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Banten untuk menghadirkan sosok Polri yang tegas namun humanis, komunikatif, dan selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA