Mahasiswa Unpam Serang Kenalkan Aplikasi SIAPIK untuk Bantu UMKM di Ciruas Kelola Keuangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 21:36 10 Redaksi

SERANG | BD — Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang mengenalkan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) MJ Lumpia milik Saman di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (21/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Kelompok 1 mahasiswa Unpam Serang. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan berbasis digital yang sederhana dan praktis.

Delapan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Shyfani Alifiya, Diah Retno Juliana, Laila Nurul Hikmawati, Nahdiatul Adawiyah, Najla Sabyla, Rilla Maulia, Sri Putri Novitasari, dan Zahra Lailatul Afriyanti. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Rismawati, S.E., M.Ak., dan Ricka Hidayati Chaniago, S.Ak., M.Ak.

Ketua pelaksana, Shyfani Alifiya, mengatakan pengenalan SIAPIK dilakukan untuk memberikan alternatif kepada pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha di tengah perkembangan teknologi digital.

“Ada banyak media untuk membantu Bapak dan teman-teman dalam mengelola keuangan. Namun, saat ini kami akan menjelaskan SIAPIK sebagai salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk pencatatan keuangan usaha,” ujar Shyfani.

Mahasiswa Dampingi Pencatatan Keuangan Usaha

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pelatihan langsung kepada Saman mengenai penggunaan aplikasi SIAPIK, mulai dari proses pengunduhan dan pendaftaran hingga simulasi pencatatan transaksi harian MJ Lumpia.

Materi yang disampaikan meliputi pencatatan pemasukan dari penjualan, pengelompokan pengeluaran operasional, termasuk pembelian bahan baku lumpia, serta pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

Pendampingan ini diharapkan membantu pelaku UMKM mengetahui arus kas usaha secara lebih teratur dan menghitung keuntungan berdasarkan catatan transaksi, bukan sekadar perkiraan.

Dosen pembimbing, Rismawati, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM adalah pencampuran keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pemilik usaha dalam mengetahui kondisi keuangan dan keuntungan secara akurat.

Melalui aplikasi SIAPIK yang dikembangkan oleh Bank Indonesia, pelaku UMKM dapat mencatat transaksi menggunakan telepon pintar dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.

Pelaku UMKM Sambut Positif Pendampingan

Saman menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan mahasiswa Unpam Serang. Menurutnya, pengelolaan keuangan MJ Lumpia selama ini masih dilakukan secara konvensional sehingga pencatatan transaksi dan perhitungan keuntungan belum sepenuhnya terstruktur.

“Dulu saya bingung kalau harus mencatat pembukuan manual di buku. Dengan adanya pendampingan dari adik-adik mahasiswa Universitas Pamulang ini, saya jadi paham cara mencatat penjualan lumpia di HP. Sangat membantu dan ternyata tidak sulit,” kata Saman.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM MJ Lumpia meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan sekaligus mendorong pelaku usaha lain di Desa Penggalang untuk menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib.

Pencatatan keuangan yang teratur juga dapat menjadi salah satu modal penting bagi UMKM dalam mengevaluasi perkembangan usaha dan mempersiapkan persyaratan administrasi ketika mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan.

Kegiatan PKM ditutup dengan penyerahan modul panduan penggunaan SIAPIK dan foto bersama antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta pemilik UMKM MJ Lumpia. Mahasiswa Unpam Serang berharap pendampingan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Serang. (Rls/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA