Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Bedah Buku “Menjelajah Zaman, Merawat Iman”

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 21:23 14 Nazwa

TASIKMALAYA | BD — Memperingati Milad ke-40, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya menggelar bedah buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman (Bunga Rampai 40 Tahun IAILM Suryalaya), Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan empat dekade IAILM sekaligus membahas relevansi nilai keilmuan dan spiritualitas Suryalaya dalam menghadapi perkembangan zaman.

Buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman merupakan karya kolaboratif yang menghimpun tulisan 30 dosen IAILM Suryalaya dan satu penulis dari Malaysia. Buku ini merekam gagasan serta refleksi akademik sivitas akademika dalam perjalanan IAILM selama empat dekade.

Selain menjadi dokumentasi perjalanan institusi, buku tersebut menjadi bagian dari ikhtiar akademik dan spiritual untuk mendiseminasikan pemikiran, ajaran, serta keteladanan Pangersa Abah Anom, Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin r.a., Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya.

Kegiatan bedah buku dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, Rektor IAILM Dr. Asep Salahudin, MA., para wakil rektor, dekan, dosen, mahasiswa, serta sejumlah undangan, termasuk perwakilan sekolah mitra IAILM.

Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, MA., hadir sebagai keynote speaker. Sejumlah editor sekaligus perwakilan penulis turut menyampaikan pemikiran mengenai isi buku, yakni Rojaya, M.Ag., Dr. Wawan, M.SI., Dr. Syarief Hasani, M.Pd.I., H. Asriadi Rauf, M.Hum., dan H. Junjun Kurnia, MM.

Adapun pembahas dalam kegiatan tersebut adalah Sansan Ziaul Haq, Lc., M.Hum.

Dalam sambutan tertulisnya, Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya KH. Akhmad Masykur Firdaus, S.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bedah dan peluncuran buku tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka Milad ke-40 IAILM, tetapi juga bagian dari upaya membangun tradisi intelektual yang mampu menghubungkan warisan keilmuan dan spiritualitas Suryalaya dengan tantangan kehidupan kontemporer.

Buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pemikiran akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dalam menghadapi perubahan zaman.

Forum bedah buku juga mengkaji relevansi pemikiran tasawuf, tarekat, dan pendidikan sufistik Abah Anom dalam menghadapi era modern dan disrupsi digital. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut lembaga pendidikan Islam untuk terus beradaptasi, tanpa mengabaikan iman, akhlak, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai spiritual.

Dalam konteks IAILM Suryalaya, tradisi akademik tersebut dipertemukan dengan nilai-nilai pendidikan pesantren dan spiritualitas yang berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya.

Ketua Panitia Milad ke-40 IAILM, Dr. Nana Suryana, S.Ag., mengatakan bedah buku merupakan bagian dari upaya memperkuat tradisi literasi, riset, dan pengembangan keilmuan di lingkungan IAILM dan Pondok Pesantren Suryalaya.

Menurutnya, penerbitan bunga rampai 40 tahun IAILM memiliki arti penting karena merekam gagasan dan refleksi akademik sivitas akademika dalam perjalanan institusi selama empat dekade.

Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya diposisikan sebagai dokumentasi perjalanan institusi, tetapi juga sebagai ruang refleksi mengenai bagaimana pendidikan tinggi Islam dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Tema Menjelajah Zaman, Merawat Iman sekaligus menggambarkan tantangan lembaga pendidikan Islam saat ini. Perubahan teknologi, perkembangan digital, dan dinamika sosial mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Namun, proses tersebut tetap perlu dibarengi dengan kemampuan menjaga iman, akhlak, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai spiritual.

Bedah buku ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Milad ke-40 IAILM Pondok Pesantren Suryalaya. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Reuni Kabar IKA IAILM, Turnamen Bola Voli Tingkat SLTA, pertandingan badminton, tenis meja, seminar internasional, seminar motivasi, parade band tingkat SLTA, santunan anak yatim, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Seluruh rangkaian Milad ke-40 IAILM dijadwalkan ditutup melalui Sidang Senat Terbuka pada 5 September 2026.

Empat dekade perjalanan IAILM menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan kembali arah pengembangan institusi. Melalui karya ilmiah, forum akademik, dan kegiatan kemasyarakatan, IAILM diharapkan semakin mampu memadukan keunggulan akademik, tradisi pesantren, dan spiritualitas Suryalaya dalam menjawab tantangan zaman. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA