Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Empat Dekade Dedikasi untuk Umat dan Peradaban

waktu baca 5 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 21:47 4 Nazwa

TASIKMALAYA | BD – Empat dekade perjalanan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perguruan tinggi Islam tersebut dalam mengabdi kepada umat dan berkontribusi bagi pembangunan peradaban.

Semangat itu mengemuka dalam puncak peringatan Milad ke-40 IAILM Suryalaya melalui Sidang Senat Terbuka dalam rangka Tasyakur Binikmat yang digelar di Gedung Sukriya Bakti, Kampus Latifah Mubarokiyah, Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Dari IAILM untuk Ummat: 40 Tahun Dedikasi, Inovasi, dan Peradaban”, kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dan Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P.

Turut hadir Pangersa Umi, Hj. Yoyoh Sopiah beserta keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya, Ketua Umum Yayasan Serba Bakti Drs. H. Denny H. Gandasapoetra, MM., Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, M.Ag., jajaran senat, pimpinan lembaga di lingkungan pesantren, civitas akademika, serta ratusan tamu undangan.

Peringatan empat dekade IAILM tidak hanya berlangsung dalam satu agenda. Selama delapan hari, rangkaian Milad ke-40 diisi berbagai kegiatan akademik, sosial, olahraga, dan pengembangan kapasitas.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain reuni akbar, turnamen bola voli tingkat siswa menengah se-Tasikmalaya dan Ciamis, bedah buku bunga rampai Menjelajah Zaman Merawat Iman, turnamen bulu tangkis, workshop kewirausahaan, santunan anak yatim, serta bedah buku puisi karya penyair Malaysia.

IAILM juga menggelar seminar internasional bertajuk “Digital Sufism: The Transformation of the Tareka in the Cyber Era” yang diikuti sekitar 500 peserta secara hibrid. Forum tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas perkembangan tasawuf dan tarekat di tengah perubahan teknologi digital.

Dalam orasinya pada Sidang Senat Terbuka, Direktur Diktis Kemenag RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyoroti pentingnya implementasi “Kurikulum Cinta” yang digagas Menteri Agama RI.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga harus menanamkan kecintaan atau mahabbah kepada Allah SWT.

Ketika kecintaan kepada Sang Khalik tertanam kuat, nilai tersebut diharapkan berkembang menjadi kecintaan kepada sesama manusia, alam, dan seluruh makhluk Allah SWT.

Sahiron menilai nilai-nilai dalam Kurikulum Cinta memiliki relevansi dengan tradisi pendidikan dan keteladanan yang telah lama berkembang di Pondok Pesantren Suryalaya, termasuk nilai yang diajarkan Pangersa Abah Anom, Syekh Ahmad Sohibulwafa Tajul Arifin RA.

Sementara itu, Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang institusi yang didirikan Pangersa Abah Anom pada 5 September 1986 tersebut.

Selama 40 tahun, kata dia, keberlangsungan IAILM tidak terlepas dari dukungan Yayasan Serba Bakti, para pendiri, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika yang terus memberikan khidmat bagi dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan sejumlah harapan civitas akademika untuk pengembangan IAILM ke depan. Di antaranya peningkatan fasilitas ruang kelas, perluasan akses beasiswa, hingga aspirasi jangka panjang untuk mentransformasikan IAILM menjadi universitas.

Harapan tersebut, menurut Asep, menjadi bagian dari ikhtiar yang ditawasulkan di hadapan Direktur Diktis Kemenag RI dan Wakil Bupati Tasikmalaya pada momentum Milad ke-40 IAILM.

Momentum tersebut juga bertepatan dengan Milad Pondok Pesantren Suryalaya ke-121. Pesantren yang menjadi basis pengembangan IAILM itu berdiri pada 5 September 1905 dan telah melewati perjalanan panjang dalam pendidikan serta dakwah Islam di Indonesia.

Dalam pidato rektoralnya, Asep Salahudin turut mengingatkan pesan kebangsaan Pangersa Abah Anom mengenai pentingnya hubungan harmonis antara agama dan negara.

Ia mengutip pesan:

Kudu taat ka agama jeung nagara duanana kaulaan samistina.”

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjalankan ketaatan kepada agama dan negara secara semestinya. Agama menjadi sumber nilai dalam kehidupan berbangsa, sementara negara berperan memberikan perlindungan bagi kepentingan masyarakat dan umat.

Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya KH. Akhmad Masykur Firdaus A.R., S.I.Kom., melalui sambutan yang dibacakan H. Sufi Halwani, SE., MM., menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi IAILM dalam mengemban amanah pendidikan selama empat dekade.

Ia berharap momentum milad menjadi energi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat keikhlasan, dan meningkatkan ikhtiar dalam melahirkan ulama serta cendekiawan yang mumpuni.

Ketua Umum Yayasan Serba Bakti Drs. H. Denny H. Gandasapoetra, MM., menambahkan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks seiring pesatnya digitalisasi.

Karena itu, IAILM diharapkan tetap menjadi benteng akhlaqul karimah, dengan kecerdasan intelektual mahasiswa berjalan beriringan dengan kedalaman spiritual dan dzikir.

Yayasan Serba Bakti, kata Denny, berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana serta memperkuat tata kelola perguruan tinggi agar IAILM mampu meningkatkan daya saing secara global tanpa kehilangan jati diri kepesantrenan.

Kehadiran Direktur Diktis Kemenag RI dan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam Sidang Senat Terbuka tersebut turut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Islam, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam pengembangan sumber daya manusia.

Empat puluh tahun perjalanan IAILM Suryalaya pada akhirnya bukan sekadar catatan usia institusi. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan pengabdian sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, akhlak, spiritualitas, dan pengabdian kepada umat.

Puncak Milad ke-40 ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, kemajuan, dan keberlangsungan perjuangan pendidikan di lingkungan IAILM dan Pondok Pesantren Suryalaya.

Doa juga dipanjatkan agar keberkahan dan karomah para guru mursyid TQN Suryalaya, Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad RA. dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin RA., senantiasa menyertai seluruh civitas akademika IAILM Suryalaya. (NS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA