PBFI Bogor-Tangsel Saling Berbagi Pengalaman untuk Matangkan Persiapan Porprov 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 15:34 13 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Bogor, Jawa Barat, dan PBFI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat komunikasi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Serpong Utara, Kota Tangsel, Sabtu (19/9/2026), menjadi ruang bagi kedua organisasi untuk saling berbagi pengalaman terkait pembinaan olahraga binaraga sekaligus persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua PBFI Kota Tangsel Firman mengatakan, pertemuan itu merupakan kunjungan balasan setelah pengurus PBFI Tangsel sebelumnya berkunjung ke Kota Bogor sekitar enam bulan lalu.

“Ini silaturahmi berbalas. Sekitar enam bulan lalu kami dari PBFI Tangsel berkunjung ke Kota Bogor, sekarang mereka yang datang ke Tangsel,” kata Firman.

Menurut Firman, komunikasi antara pengurus dari kedua daerah penting dilakukan untuk membuka ruang pertukaran informasi. Masing-masing pihak dapat mengetahui pengalaman daerah lain dalam menyiapkan atlet maupun mengelola kebutuhan pertandingan.

“Jadi kita saling tukar informasi, apa yang sudah dilakukan di Bogor, apa yang sudah dilakukan di Tangsel. Kita saling berbagi pengalaman,” ujarnya.

Pertukaran informasi tersebut tidak hanya membahas kondisi atlet, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan pertandingan. Perbedaan pola pengelolaan dan kebutuhan teknis di masing-masing daerah menjadi bahan pembelajaran bersama.

Firman menilai, pengalaman dari daerah lain dapat menjadi masukan dalam melakukan evaluasi sekaligus mematangkan persiapan PBFI Tangsel menghadapi Porprov 2026.

Bukan untuk Membandingkan Kemampuan

Sementara itu, Ketua Umum PBFI Kota Bogor Gina Agustin Fitriani atau Gina Sheila mengatakan, kunjungan ke Tangsel dilakukan untuk memperoleh edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antarpengurus.

“Kita ke sini hanya ingin mencari edukasi dan silaturahmi. Supaya tahu ketika nanti akan turun, persiapannya apa saja yang harus dipersiapkan,” kata Gina.

Menurut Gina, komunikasi antarpengurus, pelatih, dan atlet dari kedua daerah dapat membantu mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dalam proses pembinaan.

Ia menegaskan, pertukaran pengalaman tersebut bukan ditujukan untuk membandingkan kemampuan PBFI Bogor dengan PBFI Tangsel.

Sebaliknya, pengalaman yang dibagikan masing-masing daerah diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar pembinaan dan persiapan menghadapi Porprov dapat dilakukan secara lebih matang.

“Bukan untuk membandingkan, tapi lebih kepada kita mencari tahu apa yang sudah dilakukan di sini, apa yang sudah dilakukan di Bogor. Mungkin ada yang bisa kita ambil untuk menjadi evaluasi,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi Setelah Porprov

Selain persiapan menuju Porprov 2026, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara PBFI Bogor dan PBFI Tangsel dalam kegiatan olahraga di luar agenda Porprov.

Gina berharap komunikasi yang telah terjalin tidak berhenti setelah kompetisi berlangsung. Menurutnya, kedua organisasi dapat saling mendukung melalui kegiatan pembinaan maupun agenda olahraga bersama.

“Ke depannya mungkin kita bisa membuat event sama-sama, atau apa pun, saling support, khususnya di bidang memajukan olahraga binaraga dan PBFI,” kata Gina.

Kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi antardaerah sekaligus membuka ruang bagi atlet, pelatih, dan pengurus untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Dengan komunikasi yang terus terjalin, PBFI Bogor dan PBFI Tangsel berharap pembinaan olahraga binaraga dapat berkembang melalui pertukaran pengalaman serta dukungan antarpengurus, baik dalam menghadapi Porprov 2026 maupun kegiatan olahraga setelahnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA