Pegadaian Tangerang Gandeng Ojek Pangkalan, Dorong Pekerja Informal Cakap Kelola Keuangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 16:33 17 Nazwa

TANGERANG | BD Pengelolaan pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja sektor informal yang mengandalkan penghasilan harian. Kondisi tersebut mendorong PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang untuk memperkuat pemahaman finansial komunitas ojek pangkalan melalui edukasi literasi keuangan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Rabu (12/8/2026), tersebut tidak hanya membahas cara menyimpan uang, tetapi juga mendorong peserta memahami pentingnya membuat perencanaan keuangan yang sesuai dengan kondisi pendapatan masing-masing.

Para pengemudi ojek pangkalan mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, penyusunan prioritas kebutuhan, pentingnya menyiapkan dana darurat, hingga kewaspadaan terhadap tawaran investasi ilegal atau investasi bodong.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pekerja informal merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, karakteristik pendapatan yang tidak selalu tetap membuat kelompok tersebut membutuhkan pemahaman finansial agar mampu menghadapi berbagai kebutuhan dan risiko ekonomi.

“Pegadaian berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti rekan-rekan ojek pangkalan. Melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya,” ujar Maryono.

Menurutnya, literasi keuangan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan produk keuangan. Masyarakat juga perlu memahami bagaimana mengatur pemasukan, menentukan kebutuhan prioritas, mempersiapkan dana untuk kondisi darurat, serta mengenali layanan keuangan yang aman dan legal.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Agus Setiawan, mengatakan edukasi tersebut dirancang agar pengetahuan finansial yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Melalui kegiatan di Aula Area Tangerang ini, kami berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial Pegadaian—seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, hingga kemudahan transaksi digital. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan,” kata Agus Setiawan.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan finansial. Salah satunya Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.

Selain itu, peserta memperoleh panduan penggunaan layanan digital Pegadaian untuk menunjang transaksi, pembayaran kebutuhan, serta mengakses sejumlah layanan keuangan melalui telepon seluler.

Pembekalan tersebut menjadi penting bagi pekerja informal karena pengelolaan pendapatan harian tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga kesiapan menghadapi kebutuhan mendadak dan rencana keuangan jangka panjang.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan apresiasi secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek pangkalan dan diskusi interaktif. Dalam sesi tersebut, peserta dapat menggali informasi lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan maupun layanan yang diperkenalkan Pegadaian.

Melalui edukasi ini, Pegadaian Area Tangerang berharap semakin banyak pekerja informal yang memiliki kemampuan mengelola pendapatan secara bijak, memahami risiko dalam mengambil keputusan finansial, serta mampu membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA