Sesi pemaparan materi dalam acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Anggota Redkar Kecamatan Serpong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman Redkar mengenai tugas, tanggung jawab, dan peran strategis mereka dalam tiga tahapan penanganan kebakaran: pra, saat, dan pasca kejadian. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi Relawan Kebakaran (Redkar) pada Kamis (20/11/2025).
Pelatihan yang berlangsung di kawasan Serpong itu diikuti sekitar 50 peserta dan menjadi bagian dari program pembinaan tahunan Redkar.
Kepala Dinas Damkar Tangsel, Ahmad Dohiri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan relawan kebakaran di tingkat kecamatan.
“Pembinaan ini untuk meningkatkan kapasitas anggota Redkar agar memahami tugas dan tanggung jawabnya. Mereka juga perlu menguasai keterampilan teknis dalam penanggulangan kebakaran,” ujar Dohiri.
Pria yang akrab disapa Adam tersebut menegaskan kembali tiga peran utama Redkar dalam penanganan kebakaran: pra, saat, dan pasca kejadian.
Pada pra-kebakaran, Redkar bertugas memberikan edukasi keselamatan, mengikuti simulasi, dan membantu Damkar dalam kegiatan peningkatan pengetahuan warga.
Saat kebakaran terjadi, Redkar berperan dalam koordinasi dengan Damkar, membantu pemadaman awal bersama warga, dan mendukung petugas ketika tiba di lokasi.
“Mulai dari mengamankan akses mobil pemadam, menjaga kerumunan, hingga membantu menarik selang. Namun penggunaan nozzle tetap dilakukan petugas bersertifikasi sesuai SOP,” jelasnya.
Pada pasca-kebakaran, Redkar membantu mendata korban, mencatat kerugian, mendampingi warga terdampak, hingga membantu membawa korban luka ke fasilitas kesehatan.
Adam juga menekankan empat hak dasar Redkar: legalisasi keanggotaan berupa SK dan nomor registrasi, pelatihan rutin setiap tahun, fasilitas sarana-prasarana, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Jika ada kecelakaan kerja, mereka mendapat perawatan sampai sembuh. Bila meninggal dunia, BPJS memberikan santunan Rp50 juta dan beasiswa untuk dua anak sampai perguruan tinggi senilai sekitar Rp150 juta,” terangnya.
Meski anggaran terbatas, Adam menegaskan bahwa perlindungan relawan tetap menjadi prioritas.
“Mereka sudah berulang kali membuktikan dedikasi tanpa pamrih, terutama saat banjir dan kebakaran. Pemkot Tangsel sangat memperhatikan kesejahteraan Redkar,” tutupnya. (Idris Ibrahim)
Tidak ada komentar