Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp22 Miliar per Tahun untuk Dukung Layanan Donor Darah Gratis

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Jun 2026 19:26 17 Nazwa

TANGERANG | BD – Pemerintah Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui alokasi anggaran sekitar Rp22 miliar per tahun untuk operasional layanan donor darah. Dukungan tersebut diberikan agar masyarakat yang membutuhkan transfusi darah dapat memperoleh layanan secara gratis tanpa terbebani biaya.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diselenggarakan PMI Kabupaten Tangerang bersama Unit Donor Darah (UDD) Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Minggu (14/6/2026).

Menurut Maesyal, keberadaan layanan donor darah memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan, baik dari sisi operasional maupun penyediaan sarana penunjang, agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendukung operasional pelayanan donor darah sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara gratis. Darah yang tersedia nantinya didistribusikan ke rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya, baik di Kabupaten Tangerang maupun daerah lain yang membutuhkan,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, anggaran yang dialokasikan setiap tahun merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan daerah, khususnya dalam menjaga ketersediaan stok darah.

Dalam kesempatan itu, Maesyal mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah yang dilaksanakan PMI dan UDD Kabupaten Tangerang selama sepekan terakhir berhasil mengumpulkan sekitar 146 kantong darah. Jumlah tersebut terdiri dari 58 kantong darah yang terkumpul pada kegiatan sebelumnya dan 88 kantong darah dari kegiatan yang berlangsung pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia.

“Darah yang terkumpul akan disimpan dan dikelola oleh UDD untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada yang membutuhkan karena sakit, tetapi apabila ada yang membutuhkan, Kabupaten Tangerang siap membantu,” katanya.

Ia menilai keberhasilan menjaga ketersediaan darah tidak hanya bergantung pada pemerintah dan PMI, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai pendonor sukarela. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang terus mendorong budaya donor darah agar menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara rutin.

Selain menjamin layanan donor darah tetap berjalan, dukungan anggaran tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari proses pengambilan darah, penyimpanan, hingga distribusi kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PMI, UDD, dan masyarakat, Maesyal optimistis kebutuhan darah di Kabupaten Tangerang dapat terpenuhi dengan baik sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin maksimal.

“Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sangat mulia. Pemerintah akan terus hadir mendukung layanan ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA