Pemkot Tangsel Kerahkan Damkar hingga TNI-Polri Tangani Endapan Abu Anak Krakatau

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 11:33 16 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengerahkan personel dan armada dari berbagai unsur untuk menangani endapan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang ditemukan di sejumlah ruas jalan di wilayah Tangerang Selatan.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK).

Operasi tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI-Polri, yakni Polres Tangerang Selatan dan Kodim 0506 Tangerang. Pihak pengembang di sejumlah kawasan turut dilibatkan dalam upaya mengendalikan dampak sebaran abu vulkanik.

Salah satu bentuk penanganan dilakukan melalui penyemprotan ruas jalan menggunakan armada pemadam kebakaran. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (8/9) dini hari mulai pukul 01.00 WIB.

Penyemprotan dilakukan dengan metode dust suppression, yakni membasahi endapan abu yang berada di permukaan jalan menggunakan air. Cara ini dilakukan agar partikel abu tidak mudah kembali beterbangan akibat hembusan angin maupun aktivitas kendaraan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan pengerahan lintas perangkat daerah dan unsur terkait dilakukan untuk memastikan penanganan dampak abu vulkanik dapat berjalan secara efektif di lapangan.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan membersihkan endapan abu, tetapi juga perlu mencegah partikel yang telah berada di badan jalan kembali beterbangan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Penyemprotan ini kita lakukan untuk membasahi abu vulkanik yang mengendap di badan jalan, sehingga tidak kembali beterbangan akibat kendaraan maupun angin dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Pilar.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menyasar tiga koridor jalan. Rute pertama meliputi Terminal BSD–Jalan Ciater Raya–Bundaran Maruga–Jalan Ciater Raya–Terminal BSD.

Koridor berikutnya berada di ruas Pamulang Square–Sasak dan sebaliknya. Sementara koridor ketiga mencakup kawasan Stasiun Rawa Buntu–Melati Mas dan sebaliknya.

Pemilihan waktu pelaksanaan pada malam hingga dini hari dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Saat aktivitas kendaraan relatif berkurang, petugas dapat melakukan penanganan dengan lebih leluasa sekaligus meminimalisir gangguan terhadap mobilitas warga.

“Kita lakukan pada malam sampai dini hari agar proses penanganannya lebih optimal dan tidak terlalu mengganggu mobilitas warga. Harapannya, sebelum aktivitas masyarakat kembali ramai pada pagi hari, endapan abu di ruas jalan sudah bisa kita kendalikan,” katanya.

Pemkot Tangsel sebelumnya telah menggelar rapat evaluasi bersama perangkat daerah terkait untuk menentukan langkah penanganan terhadap dampak sebaran abu vulkanik. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan sejumlah langkah mitigasi di lapangan, termasuk pengendalian endapan abu di ruas jalan.

Pilar menyebut penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Pemkot Tangsel juga akan mengevaluasi koridor jalan lainnya untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penyemprotan serupa.

“Ya, kami berharap tiap hari ke depan kita lihat dan review beberapa koridor jalan. Banyak sekali koridor jalan di Tangerang Selatan, kita lakukan secara bertahap. Tim terus kita bagi untuk melakukan penyemprotan seperti itu,” jelasnya.

Pengerahan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel menjaga kondisi ruas jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pilar menegaskan, penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama pada ruas jalan yang ditemukan memiliki endapan abu dan berpotensi kembali beterbangan.

“Yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana abu yang sudah mengendap tidak kembali beterbangan. Jadi kita basahi dengan penyiraman agar lebih terkendali dan kondisi jalan tetap aman serta nyaman bagi masyarakat,” pungkas Pilar. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA